KATA READONE

Home » Traveling » Visa Schengen

Visa Schengen

Saya melakukan perjalanan ke Eropah bulan Oktober 2016 yang lalu, dari perjalanan itu saya sedikit memperoleh pengalaman mengurus Visa Schengen untuk pertama kalinya. Mengingat kami pergi delapan orang kami memutuskan untuk melakukan pengurusan visa dengan menggunakan jasa sebuah perusahaan travel

Visa Scengen adalah visa yang digunakan untuk melakukan perjalanan singkat ke negara-negara yang tergabung dalam Schengen, yaitu: Austria, Belgium, Czech Republik, Denmark, Estonia, Finland, Franc, Germany, Greece, Hungary, Iceland, Italy, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Netherlands, Norway, Poland, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spain, Sweden, Switzerland, Liechtenstein.

Sebelum mengurus Visa Schengen kita harus menetapkan terlebih dahulu itinerary (rencana perjalanan), soalnya hal ini akan menentukan tempat pembuatan Visa Schengen. Visa Schengen bisa diproses ditempat kita tinggal paling lama di suatu negara, misalnya kalau kita berencana traveling ke Perancis 3 malam, Belanda 4 malam, Austria 2 malam, Jerman 2 malam Italia 3 malam, maka kita harus mengurus visa ke Kedutaan Belanda. Apabila kita membagi waktu traveling di masing-masing negara misalnya rata-rata 2 malam, maka kita harus mengurus penerbitan visa ke kedutaan negara yang paling pertama kita kunjungi.

Sekitar awal bulan September 2016 saya mulai mengurus surat-surat yang diperlukan. Tadinya kami mau masuk Eropah melalui Barcelona sehingga saya mulai browsing mengenai persyaratan pengurusan visa Spanyol, tetapi rencana itu kemudian berobah dan akhirnya pilihan jatuh pada kota Amsterdam. Berdasarkan email yang kami terima dari perusahaan travel yang kami tunjuk, untuk visa Belanda diperlukan dokumen-dokumen sebagai berikut:
1.Paspor yang masa berlaku lebih dari 6 bulan dari tanggal kedatangan dan paspor lama.
2.Pas foto berwarna terbaru ukuran 3,5 x 4,5 = 2 lembar, dengan latar belakang putih, dan hasil cetakan diatas kertas cetak foto , bermutu cetakan baik dan jelas penampilannya muka zoom 70%.
3.Surat sponsor berbahasa Inggris diatas kop surat perusahaan dimana yang bersangkutan bekerja. Jika ada orang lain/anggota keluarga
yang ikut bepergian maka dicantumkan nama dan status orang tersebut.
-Jika jabatan General Manager, Direktur, Presiden Direktur, atau Komisaris harus disertakan foto copy NPWP dan SIUP.
-Jika memiliki bisnis sendiri dan tidak ada kop surat perusahaan maka surat diketik diatas kertas putih polos dengan di cap toko dan sertakan
foto copy NPWP dan SIUP.
-Jika disponsori oleh anak maka lampirkan foto copy akte kelahiran anak yang data membuktikan hubungannya.
-Jika disponsori oleh menantu maka lampirkan foto copy akte nikah anak dan akte kelahiran anak yang data membuktikan hubungannya.
-Jika status pensiun maka surat diketik diatas kertas putih polos dan ditanda tangani sendiri.
4.Bukti keuangan 3 bulan terakhir berupa foto copy rekening koran atau buku tabungan (dari halaman depan yang tercantum nama dan nomor
rekening sampai dengan halaman terakhir transaksi) minimal Rp 50 juta/orang.
5.Foto copy Kartu Keluarga.
6.Jika nama yang tentera di paspor beda maka lampirkan foto copy surat ganti nama.
7.Foto copy akte nikah.
8.Jika anak ikut bepergian dan masih sekolah, maka lampirkan:
-Foto copy Kartu Pelajar.
-Surat Keterangan Sekolah asli
-Foto copy akte kelahiran.
9.Surat izin dari orang tua yang dilegalisir oleh notaris bila anak tersebut berangkat dengan orang lain atau surat izin dari salah satu ayah/ibu
seandainya anak tersebut berangkat dengan ayah/ibu saja.
10.Jika ada anak yang tinggal di Belanda, maka lampirkan foto copy paspor, visa, akte kelahiran dan undangan.
11.Print out reservasi ticket
12.Konfirmasi hotel selama perjalanan di Eropah.
13.Asuransi perjalanan yang berlaku selama tinggal di Eropah dan uang pertanggungan USD 50.000 atau EURO 30.000.
14.Formulir yang sudah diisi lengkap dan ditanda tangani oleh kedua orang tanya.
15.Jika tinggal lebih dari 1 bulan harus ada:
-Undangan dari negara tersebut yang dicap pemerintah yang berwenang/Geementhe.
-Akte kelahiran pengundang yang data membuktikan hubungannya.
-Slip gaji/bukti keuangan pengundang.

Beberapa formulir seperti KK, Akte Nikah wajib ditranslate ke dalam bahasa Inggris dan tempatnya yang sudah ditunjuk oleh kedutaan Belanda dengan biaya Rp 250.000,- per lembar. Biaya pengurusan visa Belanda sebesar Euro 60 dibayarkan dalam rupiah dan mengingat kami mengusus lewat travel dikenakan sebesar Rp 1.300.000,— dengan lama pengurusan 15 hari kerja setelah appointment.

Proses pengumpulan dokumen cukup memakan waktu karena anggota rombongan yang berjumlah delapan orang berasal dari latar belakang dan kesibukan yang berbeda, sehingga dokumen itu baru terkumpul semuanya dan diserahkan kepada pihak travel pada pertengahan bulan September 2016. Setelah dokumen diserahkan kepada perusahaan travel untuk dipelajari dan pihak travel akan memberitahukan bila ada tambahan dokumen yang diperlukan.

Nama yang tercantum dalam paspor saya dan nama yang tercantum KTP dan KK berbeda, karena nama yang tercantum dalam paspor terdiri dari tiga kata untuk mengantisipasi kalau sewaktu-waktu saya melaksanakan umrah, sedangkan nama yang tercantum dalam KTP/KK terdiri dari dua kata. Untuk mengatasi ini saya mengurus surat keterangan dari kelurahan yang isinya pada intinya bahwa nama yang tercantum dalam paspor dan nama yang tercantum dalam KTP/KK orangnya adalah sama.

Pihak travel cukup ketat juga menyeleksi dokumen yang diserahkan untuk menghindari permohonan visa ini ditolak. Setelah dokumen lengkap pihak travel menyerahkan dokumen tersebut kepada VFS Global yang kemudian setelah melalui pemeriksaan dokumen oleh VFS Global ditentukan waktu untuk pengambilan sidik jari untuk kami semua. Kami mendapat pemberitahuan dari pihak travel bahwa pengambilan sidik jari dilakukan pada tanggal 20 September 2016 di VFS Global, Kuningan City Mall Lantai 2, L1-30-32, Jalan Prof Dr Satrio Kaveling 18, Setiabudi, Kuningan, Jakarta-12940.

Pada hari pengambilan sidik jari dilakukan sebaiknya kita datang lebih pagi untuk menghindari antrian yang panjang karena banyaknya pemohon visa yang datang. Saat memasuki ruangan VFS kita akan melewati petugas dan security yang lengkap dengan metal detector layaknya melewati Imigrasi dan hp harus dimatikan selama di ruangan VFS, kita harus memperlihatkan paspor asli sebelum diizinkan masuk.

Kita akan dipanggil secara bergiliran dan pertama kali akan diminta KTP untuk di foto copy oleh petugas VFS, dan mereka tidak mau menerima foto copy yang kita bawa, mungkin ini sebagai cara untuk memverikasi bahwa yang datang adalah benar-benar pemilik KTP yang akan mengurus visa. Selanjutnya akan dilakukan pengambilan sidik jari yang prosesnya tidak terlalu lama tapi menunggu antriannya cukup memakan waktu karena banyaknya pengunjung yang akan mengurus visa.

Dokumen pengurusan visa ini oleh VFS dikirimkan ke Kedutaan Besar Belanda di Kuala Lumpur sebagai pihak yang akan menerbitkan visa. Saya menunggu lebih kurang satu minggu sejak berkas dikirim oleh VFS ke Kedutaan Besar Belanda di Kuala Lumpur sampai akhirnya Visa Belanda itu saya terima dari pihak travel. Kemungkinan proses penerbitan visa itu di Kedutaan Besar Belanda Kuala Lumpur kurang dari seminggu.

Advertisements

Calendar

December 2016
M T W T F S S
« Jul    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Recent Posts

Instagram

Kawah Gunung Tangkuban Perahu, 2008.
#tangkubanperahu #bandung Windmill
#europe #netherlands  #weesp #windmill #windmills #thingstodoamsterdam Angklung 
#traditionalmusic #indonesia Weesp, Nethetlands
#europe #netherlands #amsterdam #weesp #thingstodoamsterdam Rumah Makan Sea Food, Sungai Kakap, Pontianak, Mei 2005.
#pontianak #kuliner #kalbar Qurban 1438 H
#eidmubarak

Blog Stats

  • 13,495 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: