KATA READONE

Home » Catatan Harian » November Yang Kelabu

November Yang Kelabu

Minggu pagi itu 15 November 2015 saya keluar rumah untuk gowes saat matahari sudah menampakkan diri, dari rumah saya kayuh sepeda menuju Komplek Perumahan Jaka Permai Bekasi, kemudian masuk ke Perumnas. Saat di komplek Perumnas saya masih belum punya tujuan kemana sepeda mau saya kayuh di pagi itu, akhirnya saya keluar komplek dan sampái di jalan raya di depan Grand Mall. Sepeda saya kayuh terus menuju Kranji menjajal jalan layang dekat Stasiun Cakung.Di atas jalan layang saya melihat pemandangan yang cukup menarik berupa sebuah masjid yang di depannya terbentang jalan kereta api, saya berhenti dan saya ambil kamera Fuji XT -10 dari dalam tas kamera yang dari tadi saya sandang di bahu saya, lalu saya jepret pemandangan yang indah itu beberapa kali.

Perjalanan saya lanjutkan sampái diujung batas Bekasi Kota dengan Jakarta Timur dan sampái di Komplek Perumahan Ujung Menteng, setelah itu saya melihat Banjir Kanal Timur ( BKT). Saya jalan memutar balik dan terus masuk ke jalur untuk sepeda dan motor disisi Banjir Kanal Timur. Jalan itu tidak terlalu ramai di pagi itu, satu dua motor serta beberapa kelompok pegowes terlihat dihadapan saya. Akhirnya saya sampai di jalan yang menghubungkan kedua sisi BKT itu, kelihatannya jembatan itu tempat pengatur jalannya air di BKT itu.

Setelah saya memakir sepeda, saya melihat air di BKT itu berbusa dan berwarna putih. Kondisi air yang berbusa dan berwarna putih itu menarik perhatian saya, sehingga akhirnya saya keluarkan kamera fuji tadi dan langsung mengambil beberapa foto. Kondisi ditempat itu tidak terlalu ramai ada beberapa pegowes dan pengendara motor yang berada di tempat itu.

Setelah itu saya melanjutkan perjalanan menyusuri Banjir Kanal Timur, namun di pertengahan jalan tiba-tiba tas kamera saya dijambret seorang pengendara motor, kejadian itu berlangsung cepat sekali. Salah satu pengait tas itu dilepas sehingga si penjambret itu dengan mudah menarik tas kamera saya sampai dia hampir kehilangan keseimbangan, kemudian memacu motornya dengan cepat. Saya sudah tidak sempat mengejarnya karena dia memacu motornya dengan kecepatan tinggi dan kemudian hilang lenyap di perapatan beberapa puluh meter di hadapan saya. Akhirnya dengan pertimbangan keamanan saya memutar balik sepeda saya menuju ke arah jalan raya tempat tadi saya datang.

Sesampai di jalan raya saya sempat bercerita kepada seorang security sebuah perusahaan, dari yang bersangkutan saya memperoleh informasi ternyata daerah Banjir Kanal Timur itu merupakan daerah rawan penyambretan, terutama pada malam hari banyak sekali tindak kriminal terjadi di sekitar itu. Kalau mau gowes di daerah BKT sebaiknya tidak membawa barang berharga dan lebih baik berteman, sehingga kalau terjadi tindak kriminal bisa dihadapi secara bersama-sama.

Dengan lemas saya kayuh sepeda pulang ke rumah, panas matahari mulai menyengat tubuh, saya masih teringat sama kamera kesayangan saya yang baru lima bulan saya pakai sudah dijambret orang. Saya sampai ke rumah sekitar jam sebelas siang, saya pandangi Dry Box kamera yang di dalamnya sudah tidak ada Fuji XT-10, kamera itu adalah kamera kesayangan saya yang dibeli saat kamera itu dilaunching di Pulman Hotel. Bye Fuji XT-10…………

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calendar

February 2016
M T W T F S S
« Jan   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
29  

Recent Posts

Instagram

Kawah Gunung Tangkuban Perahu, 2008.
#tangkubanperahu #bandung Windmill
#europe #netherlands  #weesp #windmill #windmills #thingstodoamsterdam Angklung 
#traditionalmusic #indonesia Weesp, Nethetlands
#europe #netherlands #amsterdam #weesp #thingstodoamsterdam Rumah Makan Sea Food, Sungai Kakap, Pontianak, Mei 2005.
#pontianak #kuliner #kalbar Qurban 1438 H
#eidmubarak

Blog Stats

  • 13,495 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: