KATA READONE

Home » Traveling » Mengunjungi Korea Di Musim Gugur

Mengunjungi Korea Di Musim Gugur

Bermula dari Travel Fair yang diadakan oleh Garuda Indonesia di Gedung JCC yang bekerja sama dengan perusahaan travel dan perbankan, akhirnya saya sampai juga ke Korea Selatan tepatnya Kota Seoul. Dengan menggunakan paket murah yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan travel, saya ambil kesempatan tour ke Korea ini pada hari terakhir dan deal tiga jam menjelang penutupan Travel Fair. Kalau tidak mengunjungi Travel Fair ini mungkin saya belum menjejakkan kaki di negeri ginseng itu, suatu perjalanan yang tidak terduga sama sekali.

Berangkat dengan menggunakan pesawat Garuda pada hari Senin tanggal 6 Oktober 2014, tepat jam 23.30 WIB pesawat kami lepas landas dari Bandara Soekarno – Hatta. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 7 jam ini merupakan perjalanan yang pertama kali ke Korea saya lakukan bersama istri. Anggota rombongan kami yang berjumlah sekitar 30 orang terdiri dari orang dewasa, anak muda dan anak-anak yang mengambil paket murah ini untuk berlibur. Dalam perjalanan kali ini rombongan dipimpin oleh seorang Tour Leader yang bernama Reza.

Incheon International Airport

Incheon International Airport

Asian Games 2014 baru saja usai saat pesawat Garuda Indonesia mendarat di Incheon International Airport pada jam 06.30 WIB atau jam 08.30 Waktu Korea, suhu pagi itu 15 derajat Celsius dan Korea sudah memasuki Autum. Akhirnya saya merasakan juga airport yang megah dan mewah itu, dari ruangan kedatangan menuju imigrasi kami menggunakan kereta bandara seperti di bandara Kuala Lumpur. Setelah itu kami memasuki antrian untuk pemeriksaan imigrasi, saat berhadapan dengan petugas imigrasi ternyata lancar saja. Setelah paspor kita serahkan kedua jari telunjuk kita ditempelkan diatas alat yang tersedia dan urusan Imigrasi pun selesai.

Setelah mengambil bagasi saya dan rombongan menuju ke bus yang sudah tersedia sambil mendorong bagasi dengan dipandu oleh pemandu wisata asal Korea seorang wanita muda yang kemudian dikenal dengan nama Eidi, dia bisa berbahasa Korea dan Mandarin. Bagi anggota rombongan yang bisa berbahasa Mandarin langsung bisa mengerti apa yang disampaikan pemandu wisata asal Korea tersebut, sedangkan anggota rombongan lainnya mendengar setelah diterjemahkan oleh Reza Tour Leader asal Indonesia.

Nami Island.

Pada hari kedua rombongan dibawa ke Nami Island suatu tempat wisata yang menjadi terkenal sejak dijadikan tempat shooting film “Winter Sonata”, yang dibintangi oleh Bae Yong-jun dan Choi Ji-woo. Perjalanan dari Incheon International Airport menuju Nami Island ditempuh dalam waktu dua setengah jam perjalanan dengan bus. Nami Island terletak di Bendungan Cheongpyeong di daerah Chuncheon-si, Gangwon-do, merupakan pulau yang terletak bukan di laut tetapi dulu nya merupakan daratan yang berada di tengah sungai. Kemudian terbentuk sebuah pulau mungil yang berdiameter 6 kilometer seluas 460.000 m2 akibat rendaman air dari sungai Bukhangan pada saat pembuatan bendungan Cheongpyeong. Namanya berasal dari nama Jenderal Nami, seorang jenderal yang dituduh berkhianat kepada Raja Sejo dari Dinasti Josean, makam sang jenderal juga berada di pulau ini.

Nami Island

Nami Island

Saya dan rombongan sampai di Dermaga Gapyeong pada jam 10.00 WK, ibarat memasuki sebuah Negara, untuk masuk ke Nami Island kita harus membeli tiket masuk atau disebut visa di loket imigrasi buat memasuki sebuah negara yang bernama “Namira Republic”. Pembelian tiket diurus oleh Tour Leader dan saat memasuki ferry penyeberangan ternyata saya tidak kebagian tiket masuk (visa) akhirnya saya disuruh masuk saja tanpa tiket.
Lama perjalanan ke Nami Island adalah sepuluh menit dengan kapal ferry yang dihiasi dengan berbagai bendera negara-negara di seluruh dunia, memang lucu juga membayangkan Nami Island ini diibaratkan seperti sebuah negara tersendiri.

Begitu sampai di Nami Island di depan pintu gerbang saya dan rombongan melakukan foto bersama, saat memasuki pulau ini kita disambut dengan sebuah papan besar yang bertuliskan “Welcome To Namira Republic” sementara di bagian depan terdapat sebuah bangunan kecil yang merupakan sebuah bank dimana kita bisa menukarkan Won dengan mata uang Namira. Korea baru memasuki awal musim gugur, pohon-pohon maples dan pinus yang banyak tumbuh disini beraneka warna, dan daun-daun nya belum banyak yang berguguran.

Setelah itu rombongan menuju ke rumah makan Chicken Barbaque untuk makan siang, menu kali ini ayam bakar yang dipotong-potong pakai gunting langsung dibakar di atas meja makan, kimchi, sawi kriting, toge, cabe hijau, sop toge, semua makanan disikat habis karena perut sudah lapar. Setelah makan siang selesai anggota rombongan dibebaskan untuk menjelajahi objek Nami Island dan berkumpul kembali jam 14.00 WK. Pertama yang saya kunjungi adalah toko-toko souvenir yang banyak terdapat di sekitar rumah makan tadi, nggak ada juga yang dibeli, saya menemukam sebuah mushala di sebuah gallery untuk menunaikan Shalat Dzuhur.

Saya menjelajah pulau itu sambil memotret di beberapa tempat dan patung yang menjadi objek Wisata di pulau itu. Saat berjalan di taman yang dipenuhi bunga dan pohon yang berwarna kuning, merah dan hijau, istri saya bercerita tentang seorang Korea yang baru dilihatnya membawa anjing piaraan nya. Tiba-tiba anjing itu buang air besar di taman itu, pemilik anjing itu langsung memasang plastik di tangannya dan memungut kotoran anjing itu, beda sekali dengan negara kita yang kotoran anjing dibiarkan bertebaran dimana-mana sedangkan di Korea kebersihan betul-betul dijaga.

Dongdaemun Fashion Market

Terletak di Pusat Kota Seoul, kami sampai di Dongdaemun Market sekitar jam 15.15 WK, destinasi belanja Dongdaemun Market ini beroperasi sejak 1905 yang dahulunya hanya merupakan pasar tradisional. Sejak industri textil mulai berkembang sekitar tahun tujuh puluhan, Dongdaemun Market ini berubah menjadi tempat penjualan barang-barang industri tekstil dalam skala besar baik secara eceran maupun secara grosir. Saat ini tempat ini lebih dikenal dengan Dongdaemun Fashion Market. Kami diberi waktu untuk berada di Dongdaemun Market ini sampai jam 18.00 WK, dan untuk menjelajah kawasan yang seluas itu jelas waktu yang tersedia tidak cukup, akhirnya saya memfokuskan pada sebuah pusat perbelanjaan Dongdaemun Fashion Market dan sebuah Mall yang berada disamping nya.

Tidak jauh dari pelataran Lotte Fitin sedang berlangsung Autum Sale, saya memisahkan diri dari rombongan dan langsung saja menuju tempat itu, kebanyakan barang-barang yang di sale adalah pakaian produk Korea beserta barang-barang lainnya. Saya dan istri berada sekitar setengah jam ditempat itu. Setelah itu kami memasuki Dongdaemun Fashion Market yang merupakan Pusat perbelanjaan fashion buatan Korea yang terkenal di Seoul, disana dijual pakaian buatan Korea termasuk asesoris lainnya seperti sepatu, tas dan lain-lainnya. Kami cukup lama di tempat ini sebelum pindah ke sebuah Mall terkenal yang berada disamping Dongdaemun Fashion Market.

Dongdaemun Market

Dongdaemun Market

Setelah mengunjungi Dongdaemun Fashion Market, sekitar jam 18.00 WK rombongan menuju ke sebuah Restoran Korea untuk makan malam, setelah itu kami menuju ke Cs Premier Hotel di 16-10 Anyang-dong, Manan-Guanyang-SI, Seoul. Hotel ini baru beroperasi sekitar lima tahun dan terletak di pinggiran Kota Seoul, inilah resiko kalau kita mengambil paket tour yang murah. Malam itu kami menginap dan beristirahat di hotel itu untuk melepaskan kelelahan sejak berangkat dari Jakarta.

Gyeongbok Palace

Pada hari ketiga rombongan dibawa ke Gyeongbok Palace, merupakan bangunan istana raja Korea yang didirikan sekitar tahun 1394 oleh Dinasti Joseon terletak disebelah utara Seoul. Bangunan ini sudah bukan merupakan bangunan yang aslinya, karena bangunan yang aslinya sudah di hancurkan saat Jepang menjajah Korea pada tahun 1592- 1598 dan tahun 1911. Saat ini istana ini dibuka untuk umum dan didalam komplek ini terdapat National Folk Museum of Korea ( Museum Nasional Rakyat Korea).

Memasuki komplek Gyeongbok Palace pada pagi hari pengunjung belum terlalu ramai, namun sudah ada rombongan lain yang sudah sampai ditempat ini. Setelah mengambil beberapa foto dengan backround pegunungan, rombongan masuk melewati Gerbang Gwanghwamun yang berdiri di depan istana raja yang telah mengalami kerusakan dan kehancuran akibat perang dan selesai direnovasi secara tuntas tahun 2009.

Gyeongbok Palace

Gyeongbok Palace

Kemudian kami melewati sebuah taman yang indah yang di dalamnya terdapat sebuah telaga yang di tengahnya berdiri sebuah bangunan. Setelah itu kami memasuki Museum Nasional Rakyat Korea (National Folk Museum of Korea), saya menyaksikan diorama yang menggambarkan sejarah dan budaya Korea satu persatu. Saya mulai mengunjungi setiap bangunan yang berada di komplek istana itu satu persatu sambil mengambil foto, terakhir rombongan berfoto di depan Istana Raja (Heungnyemun) dan setelah itu rombongan keluar dari Gyeongbok Palace untuk makan siang.

Makan siang kali ini di sebuah Restoran Korea dengan menu soup ayam ginseng yang dapat dicampur dengan arak bagi yang mau, kimchi, toge, rumput laut. Cara makan soup ayam ginseng adalah perut nya dibelah di dalamnya terdapat ketan, ginseng dan kurma, yang dimakan duluan adalah ginseng kemudian kurma, setelah itu ketan baru terakhir daging ayam nya.

Kimchi Making, Namsangol Hanok Village

Setelah santap siang rombongan dibawa mengunjungi tempat pembuatan kimchi (Kimchi Making), seluruh anggota rombongan disuruh mengenakan celemek di dalam suatu ruangan tempat untuk memasak kimchi. Masing-masing peserta diberi bahan mentah untuk membuat kimchi yang kemudian dipandu oleh seorang koki. Setelah itu rombongan dibawa ke ruangan lain untuk mencoba mengenakan baju tradisional Korea kemudian difoto. Selesai berfoto rombongan menuju ruang lain dan ternyata tempat penjualan makanan dan cemilan buatan Korea, rombongan pun belanja aneka makanan khas Korea untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Kemudian kami diajak mengunjungi Namsangol Hanok Village dimana anda dapat melihat rumah bergaya tradisional Korea dengan gedung-gedung tinggi sekitar nya. Banyak anggota rombongan yang berjalan hanya sampai pintu gerbang nya saja dan tidak melihat rumah bergaya Korea itu dari jarak dekat, sementara saya dan istri masuk ke komplek perumahan tradisional itu sambil memotret rumah-rumah tersebut.

Setelah itu kita diajak mengikuti Optional Tour untuk menonton pertunjukan musik yang sangat menarik dengan menggunakan alat-alat memasak. Saya dan beberapa anggota rombongan lainnya tidak ikut, dan akhirnya kami ngopi di sebuah Dunkin Donat Cafe yang tidak jauh dari gedung pertunjukan tersebut, setelah itu rombongan langsung menuju hotel untuk beristirahat. Oleh karena malam itu kami sudah tidak mendapat jatah makan, malam harinya saya dan istri serta beberapa anggota rombongan mencari makanan di sebuah rumah makan yang tidak jauh dari hotel.

Ginseng Outlet, Liver Outlet, Cosmetic Shopping, Donghwa Duty Free (DDF) Natural Healthy Shop.

Pagi-pagi sekali dihari keempat saya mengupdate system iOS menjadi IOS 8.1.2 pada Ipad dengan memakai WIFI hotel. Ternyata hanya memakan waktu dua puluh menit Ipad saya sudah terupdate dengan system yang baru, begitu kencang internet di Korea ini, beda sekali dengan Jakarta yang internet nya agak lemot.

Setelah sarapan pagi di hotel, rombongan dibawa mengunjungi beberapa outlet sehari penuh, pertama-tama kami mengunjungi Ginseng Outlet. Begitu memasuki Ginseng Outlet saya melihat ada tanda No Picture, pengunjung dilarang memotret disini. Rombongan kami sudah ditunggu oleh pramuniaga ginseng outlet tersebut, yang langsung menjelaskan tentang produk ginseng ini, sambil menikmati secangkir mini ginseng. Ginseng adalah salah satu produk yang dibanggakan oleh orang Korea dan merupakan salah satu produk yang sering dijadikan souvenir dalam acara-acara tertentu.

Ginseng Outlet

Ginseng Outlet

Ginseng yang bagus adalah yang sudah berumur enam tahun, yang berumur kurang dari enam tahun khasiatnya tidak bagus. Saya pernah diberi hadiah sekotak ginseng oleh teman Korea, setelah saya minum badan saya jadi pegal-pegal, setelah saya tanyakan kepada pramuniaga yang melayani kami, ternyata ginseng yang saya konsumsi adalah ginseng yang belum berumur enam tahun, akhirnya satu kotak besar ginseng itu tidak saya konsumsi lagi dan terbuang begitu saja.

Orang Korea meyakini khasiat dari ginseng, oleh karena itu mereka mengkonsumsinya sejak anaknya kecil, konon katanya ginseng bisa menambah stamina dan menyembuhkan segala penyakit. Ginseng dijual dalam berbagai kemasan, harganya relatif cukup mahal kalau dibeli sendiri perkotak. Oleh karena itu sesuai dengan tawaran dari pramuniaga di outlet ginseng, anggota rombongan membeli satu kemasan ginseng dengan berpatungan bersama teman lainnya.

Kunjungan berikutnya ke Liver Outlet, kami tidak lama di outlet ini karena anggota rombongan tidak begitu antusias, tempat ini hanyalah tempat menjual obat-obatan yang berhubungan dengan kesehatan liver. Akhirnya kami langsung mengunjungi Cosmetic Shop, yang langsung disambut dengan antusias oleh anggota rombongan wanita. Kami diajak ke Obdo Store tempat menjual produk faceshop, seorang pramuniaga langsung menyambut rombongan kami dan memberi penjelasan tentang produk yang mereka jual dan rombongan diberi kesempatan memakai produk tersebut. Untuk pembelian jumlah tertentu pengunjung akan diberikan sebuah travel bag kecil.

Donghwa Duty Free

Donghwa Duty Free

Setelah Makan siang kami diajak mengunjungi Donghwa Duty Free (DDF), yaitu suatu tempat menjual barang-barang bermerek yang tidak dikenakan pajak, memasuki DDF ini saya langsung ke lantai paling bawah tempat barang- barang bermerek dijual, berbagai macam barang dari produk-produk terkenal ada disini. Apabila kita membeli barang bermerek disini barang nya baru bisa kita ambil di Incheon International Airport saat kita pulang. Berkunjung ke tempat ini, Anda siap-siap saja membawa uang banyak-banyak, karena rata-rata barang yang dijual disini adalah barang bermerek.

Myeongdong

Kami dibawa mengunjungi Myeongdong Street, yaitu sebuah pusat perbelanjaan yang yang terkenal di Korea terutama bagi kawula muda tempat ini dijadikan tempat nangkring. Kami sampai di Myeongdong Street ini jam 18.00 WK dan diberi waktu bebas di tempat ini sampai dengan jam 19.00 WK. Di Myeongdong Street suasananya ramai dan meriah sekali terutama oleh anak-anak muda Korea, di kiri kanan jalan rata-rata terdapat toko-toko modern yang menjual pakaian dan barang-barang lainnya dari berbagai merek, juga ditempat ini banyak ditemukan restoran dan cafe.

Begitu ramainya pengunjung Myongdong Street malam itu, untuk masuk dari suatu toko ke toko lainnya berdesak desakan sehingga tidak semua areal tempat itu dikunjungi, karena waktu sudah terbatas. Perut sudah keroncongan tanpa terduga saya menemukan makanan halal di tempat itu yaitu Kebab Turki, kami menikmati Kebab Turki dengan nikmat ditengah banyaknya makanan Khas Korea ditempat itu yang nggak jelas halal atau tidaknya nya. Jam 19.00 WK saya bergabung dengan rombongan di Tourist Information, setelah itu rombongan langsung menuju ke hotel tempat kamar menginap dan beristirahat malam itu.

Optional Tour

Pada Hari ke lima rencana nya kami akan dibawa mengikuti Optional Tour ke Eveland yang merupakan salah satu Theme Park outdoor yang terbesar dengan permainannya yang menarik. Namun Optional Tour ini dibatalkan karena harus bayar USD 125.– dan sepi peminat. Akhirnya kami mempunyai waktu bebas untuk keliling Kota Seoul, Tour Leader tidak menemani kami karena tidak termasuk dalam paket tour dan dia lebih memilih untuk beristirahat di hotel.

Setelah anggota rombongan berembuk, akhirnya kami bersepakat untuk mengunjungi Lotte Department Store dengan menggunakan Subway. Tour Leader Reza berbaik hati untuk mengantarkan kami ke Stasiun Subway yang terdekat yaitu Gwanak Station, untuk memberi tahu cara membeli ticket subway karena kami tidak mengerti bahasa Korea. Setelah itu kami satu rombongan jalan sendiri dan cari tau sendiri tempat-tempat yang mau dikunjungi disekitar Lotte Department Store.

Setelah merasakan naik subway Korea akhirnya kami sampai ke Lotte  Departmen Store yang letaknya menyatu dengan stasiun subway. Disekitar Lotte  Department Store terdapat juga Lotte Hotel, Lotte Mark Mall dan lain-lain. Masing-masing rombongan mulai jalan sendiri-sendiri, saya dan istri masuk ke sebuah bank untuk menukarkan USD dollar dengan Won yang telah menipis, kemudian kami mulai menjelajah Lotte  Department Store itu dari lantai bawah sampai lantai atas, di Lotte Mark Department Store lantai bawah terdapat juga outlet barang-barang bermerek.

Saya dan istri keluar dari Lotte Department Store dan menuju ke Lotte Mark Mall sebuah mall terkenal di Korea melalui lantai bawah, saat mau melewati pintu masuk ternyata setiap pengunjung yang mau masuk harus memperlihatkan card member karena Mall belum dibuka untuk umum. Akhirnya saya keluar dari tempat itu naik eskalator menuju ke trotoar untuk mencari pintu masuk lain, beruntung saya bertemu dengan seorang anak muda Korea yang mengenalkan kami kepada petugas mall. Dari petugas itu saya memperoleh informasi bahwa mall sedang direnovasi dan belum dibuka untu umum, menurut rencana baru akan dibuka untuk umum pada tanggal 15 Oktober 2014. Akhirnya gagal rencana saya hanya untuk menginjakkan kaki di mall terkenal itu walaupun bukan untuk shopping.

Lotte Department Store

Lotte Department Store

Gagal memasuki mall akhirnya saya dan istri menuju ke Myeongdong Street yang telah kami kunjungi beberapa hari lalu. Jarak antara Lotte  Department Store dengan Myeongdong Street cukup dekat dan dapat kita capai dengan melewati underpass kita akan sampai ke Myeongdong Street. Menjelajah Myeongdong Street yang selalu ramai pengunjung siang dan malam memang cukup mengasyikkan.

Kami kembali ke Lotte  Department Store untuk bergabung dengan rombongan, dan ternyata anggota rombongan sudah mulai berkumpul. Ditempat ini makan cepat saji yang populer dan ramai dikunjungi masyarakat Korea adalalah Loteria, yaitu restoran cepat saji yang menjual burger, hotdog dan ma

kanan lainnya seperti restoran cepat saji yang populer di Indonesia seperti Mc Donald, KFC dan lain-lain.

Waktu pulang ke hotel kami naik subway kembali dengan jalur yang sama, pada saat diatas kereta kami nyasar karena kelewatan dua stasiun dari stasiun dimana kami harus turun dan pindah di stasiun intechange ke jalur lain yang menuju ke Gwanak Station. Kami kembali melewati dua stasion tadi dan masuk ke interchange station untuk menuju ke Gwanak Station. Diatas kereta anggota rombongan asyik bercanda mengenang perjalanan kami sehari ini yang tersesat di subway Korea. Ada anggota rombongan yang mengusulkan group ini membuat group bbm dengan nama Lost in Seoul, group ini akhirnya terbentuk juga tapi dengan nama Tour Subway.

Hari terakhir Tour ditutup dengan makan malam bersama beberapa orang anggota rombongan, atas kebaikan dari satu pasangan suami istri kita ditraktir malam itu disebuah rumah makan Korea yang terletak dekat hotel kita menginap. Malam itu saya dan istri memilih makan bulgogi, sebelum makan kita bersulang bersyukur kita telah bersama-sama layaknya keluarga selama tour ini dan berharap silaturahim tetap terjalin setelah tour ini berakhir. Setelah makan malam kami kembali ke hotel, baru dapat tidur setelah lewat tengah malam karena harus membereskan koper dan barang-barang agar besok pagi tidak terlambat saat berangkat ke airport.

Besoknya pagi-pagi sekali rombongan meninggalkan hotel menuju Incheon International Airport. Dalam perjalanan menuju airport kita diajak mampir ke Korean Food & Souvenir Market, memasuki tempat ini dipagi yang dingin itu pertama-tama kita diajak ke lantai atas yang merupakan restoran. Pagi itu kita menikmati udon, sebenarnya udon ini adalah makanan khas Jepang yang terdiri dari mie, bakso tepung dan kuah bening. Santapan udong yang masih panas ini lumayan untuk memanaskan badan di pagi yang dingin itu. Setelah makan udon kami dibawa menuju ruangan tempat menjual makanan Khas Korea dan souvenir, ternyata banyak juga rombongan belanja makanan untuk dibawa pulang.

Setelah itu rombongan langsung menuju Incheon International Airport untuk chek in karena penerbangan pesawat Garuda ke Jakarta adalah sekitar jam 10.00 Wk. Kami langsung check in di bandara ini, setelah check ini bagi anggota rombongan yang sempat belanja di Donghwa Duty Free (DDF) langsung dapat mengambil barang yang dibelinya di counter sebelah tempat check in.

Sebelum pesawat take off ke Jakarta dan setelah melewati Imigrasi, kami masih mempunyai waktu yang cukup panjang untuk menjelajah bandara yang megah dan mewah itu, masih ada kesempatan untuk mengunjungi butik, restoran dan cafe. Masih ada saja anggota rombongan yang shoping lagi untuk terakhir kalinya sebelum pulang ke Jakarta. Akhirnya kami menuju ruangan boarding, sambil menunggu boarding saya sempat berselancar di dunia maya sepuas-puasnya dengan menggunakan Wi Fi yang begitu kencang. Tepat jam 10.00 WK pesawat kami take off menuju Jakarta dengan demikian berakhir sudah Tour To Korea.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calendar

February 2015
M T W T F S S
« Sep   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Recent Posts

Instagram

Temple of heaven, Beijing 16 Maret 2008
#beijing #china #traveling Istana Bogor, 20 Juli 2010
#istana #bogor #istanabogor Masjid Istiqlal, jakarta
#masjidistiqlal  #jakarta #masjid Blue Mosque, Istanbul, Turkey Old City Jakarta
#kotatua #kotatuajakarta #jakarta Amsterdam Tram, Netherlands
#netherlands #amsterdam #europe #tram

Blog Stats

  • 12,610 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

Top Posts & Pages

%d bloggers like this: