KATA READONE

Home » Sport » Piala Dunia 1974 Dalam Kenangan

Piala Dunia 1974 Dalam Kenangan

Sebentar lagi perhelatan Piala Dunia 2014 akan digelar di Brazil Amerika Selatan, inilah peristiwa olah raga yang akan menyedot perhatian penduduk bumi ini melalui pertandingan langsung maupun melalui siaran televisi. Miliaran mata dan telinga akan melihat dan mendengar event olah raga yang satu ini, melalui sepak bola penduduk bumi ini akan dipersatukan.

Piala Dunia yang benar-benar saya kenang dan tidak terlupakan adalah Piala Dunia 1974 yang dilaksanakan di Jerman Barat. Saat itu saya masih seorang mahasiswa tahun pertama di salah satu Perguruan Tinggi di Bandung yang tinggal di sebuah tempat kost yang tidak jauh dari kampus. Saya dapat menikmati pertandingan Piala Dunia dengan menumpang menonton di televisi pemilik kost bersama teman-teman lainnya. Betapa riuh rendah nya suasana waktu itu saat pertandingan digelar, saya bersama teman-teman menikmati event itu melalui layar TVRI yang merupakan satu-satunya stasion televisi waktu itu.  

Saya selalu teringat pada Piala Dunia 1974 karena selama kejuaraan itu kesebelasan Belanda tampil sangat memukau dalam setiap pertandingan dengan permainan Total Football nya dibawah asuhan pelatih Rinus Michels. Pada masa itu kesebelasan Belanda bertaburkan bintang seperti Johan Cruyff, Johan Neeskens, Johny Rep, Resenbrink, Van Hanegen, Jansen, Suurbier, Rijsbergen, Arie Hann, Ruud Krol, Jongbloed dan lain-lainnya. Sejak itu saya mulai menyukai dan ngefans terhadap kesebelasan Belanda, penampilannya selalu ditunggu-tunggu dalam kejuaraan Piala Dunia dan Piala Eropah, taktik menyerangnya enak ditonton dan memukau.

Pada Piala Dunia 1974 itu Belanda berhasil mengalahkan Uruguay 2-0, melawan Swedia 0-0, Bulgaria 4-1, Argentina 4-0, Jerman Timur 2-0, Brazil 2-0, kemudian masuk final melawan Jerman Barat. Dalam pertandingan final yang memukau dan selalu dikenang itu, Belanda ditaklukkan oleh Jerman Barat secara dramatis dengan score 2-1. Tim panser Jerman Barat berhasil menjadi juara, Belanda pulang sebagai runner up dan Johan Cruyff terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia 1974.

Sepanjang sejarah, Belanda selalu menjadi kesebelasan yang ditakuti lawan yang telah tiga kali memasuki final, namun belum pernah menjadi juara dan selalu pulang dengan tangan kosong, sehingga mereka dinobatkan menjadi specialist runner up. Seingat saya Belanda menjadi runner up pada Piala Dunia 1974, Piala Dunia 1978 dan Piala Dunia 2010.

Pada saat menyaksikan final Piala Dunia 1974 itu, timbul pertanyaan dalam hati saya, “Apakah saya masih dapat menyaksikan Piala Dunia berikutnya dan dimanakah saya berada?”. Ternyata pada kejuaraan Piala Dunia 1978 di Argentina saya masih bisa menyaksikan melalui layar kaca di Kota Bandung, dalam final Belanda kalah dari Argentina 3-1. Terakhir pada kejuaraan Piala Dunia 2010 saya masih bisa menikmatinya, saat itu saya sudah berdomisili di Bekasi, dalam final Belanda kalah dari Spanyol 1-0.

Dalam hitungan hari Piala Dunia 2014 akan segera digelar di Brazil, Tim Nasional Iran dan Australia merupakan Tim yang pertama mendarat di kota São Paulo Brazil sementara Tim Nasional lainnya menyusul. Bahkan masih ada Tim Nasional ang masih mekakukan pertandingan penanasan melawan Tim Nasional yang bukan finalis Piala Dunia 2014. Surat kabar sudah mulai memuat profile masing-masing Tim Nasional, sementara pengamat olah raga sudah mulai mengulas Tim Nasional yang mereka unggulkan untuk memenangkan kejuaraan sepak bola bergengsi ini.

Sementara ini Tim Nasional yang diunggulkan pengamat dalam Piala Dunia 2014 antara lain Brazil, Argentina, Jerman, Spanyol, Perancis, Italia, Inggris, Portugal dan Belanda. Namun demikian sebagai pendukung Tim Belanda saya selalu menunggu penampilannya, dalam pertandingan pemanasan Belanda melawan Ekuador 1-1, Ghana 1-0, Wales 2-0, Turki 3-0, terlihat bahwa mesin Tim Belanda semakin panas. Pada kesempatan ini Tim Nasional Belanda memang terdiri dari pemain-pemain muda, kecuali pemain inti yaitu Robin Van Persie, Wesley Sneijder, Arjen Robben, namun Belanda selalu membuat kejutan dan menampilkan permainan yang menarik untuk ditonton.

Setelah menyaksikan Piala Dunia sejak tahun 1974 sampai dengan tahun 2010, Piala Dunia 1974 tetap merupakan pertandingan yang berkesan dan selalu saya kenang walaupun jagoan saya tidak menjadi juara. Selamat menonton Piala Dunia 2014.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calendar

June 2014
M T W T F S S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Recent Posts

Instagram

Seoul, South Korea
#seoul #southkoreatrip #korea #station Stasiun Kampung Bandan, Jakarta
#stasion #stasiunkereta #jakarta #stasiun #keretaapi Ondel-ondel is Indonesian Culture
#ondelondel #instagram #streetphotography #japan # odaiba # #tokyo🇯🇵 #jepang Uluwatu - Bali, 2006
#bali #uluwatu Kawah Putih, Ciwidey, West Java
#ciwidey #kawahputihciwidey #bandung

Blog Stats

  • 12,300 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4 other followers

%d bloggers like this: