KATA READONE

Home » Traveling » Tokyo, Kawaguchi, Yokohama

Tokyo, Kawaguchi, Yokohama

Pesawat Garuda mendarat dengan mulus di Bandara Narita sekitar jam 07.00 pagi Waktu Tokyo , cuaca mendung dan gerimis menyambut rombongan kami pada tanggal 22 Juni 2012. Perjalanan dari Jakarta yang kami tempuh selama lebih kurang tujuh jam masih menyisakan kantuk, apalagi kami take off tengah malam dari Bandara Soekarno – Hatta . Rombongan kami yang berjumlah sekitar 30 orang kebanyakan terdiri dari pasangan suami istri yang boleh dibilang tidak muda lagi, ada yang membawa anak dan cucu yang masih bayi. Satu persatu penumpang keluar dari pesawat, kamipun mulai menikmati airport yang besar itu sembari mulai berfoto ria. Saya melihat pesawat Air Bus 380 yang lagi parkir, langsung saja saya foto pesawat yang besar itu, inilah pertama kali melihat pesawat canggih itu secara langsung. Kesempatan itupun kami gunakan untuk berfoto dengan pilot pesawat Garuda yang kebetulan lewat disekitar kami berada.

Narita International Airport, Tokyo

Narita International Airport, Tokyo

Ketika melewati imigrasi saya mendapat giliran kedua setelah “Abby” Tour Leader kami, pemeriksaan cukup ketat koper saya disuruh buka dan isinya diperiksa. Saya mencoba menjelaskan pada petugas imigrasi bahwa isinya hanya pakaian dan perlengkapan selama tour, namun petugas imigrasi heran dengan banyaknya baju yang saya bawa untuk tour selama enam hari, akhirnya saya diperbolehkan masuk dan anggota rombongan lain tidak diperiksa isi kopernya.

Rombongan kami keluar dari ruangan Bandara Narita dengan berjalan kaki menuju bis yang sudah menunggu ditengah gerimis yang membasahi bandara itu. Akhirnya bus kami bergerak menuju pusat kota Tokyo, di tengah perjalanan Tour Leader mengingatkan rombongan agar memasang seat belt yang telah tersedia di bus. Saya mulai merasakan aura ketertiban dalam berlalu lintas di kota Tokyo, karena di atas bus saja kita diwajibkan memasang seat belt.

Siang itu kami makan siang di Hanamasa Reataurant yang terletak di pusat kota Tokyo, yaitu suatu Restaurant yang juga saya kenal di Jakarta namun nuansanya berbeda satu sama lain. Setelah kami memasuki restaurant ini ternyata sudah dipenuhi oleh pengunjung yang sebagian besar merupakan pekerja kantoran karena saat itu sudah memasuki jam istirahat untuk makan siang. Kesan yang saya tangkap sejak memasuki kota Tokyo, saya melihat tidak banyak orang yang berlalu lalang pada saat jam kantoran, tetapi begitu jam istirahat datang maka berhamburanlah penduduk Tokyo dari tempat kerjanya memenuhi trotoar terutama tempat makan, hal ini terlihat juga pada saat jam berangkat ke kantor dan pulang kantor arus manusia yang berlalu lalang di jalanan semakin meningkat.

Asakusa Kanon Temple, Tokyo

Asakusa Kanon Temple, Tokyo

Selesai makan rombongan memulai Tour ke Asakusa Kanon Temple dan Kaminarimon sebagai tujuan pertama. Kuil Asakusa Kanon merupakan kuil bersejarah di pusat kota Tokyo, sekaligus simbol kebudayaan dan peninggalan leluhur bangsa Jepang yang masih dijaga dengan baik ditengah pesatnya kemajuan teknologi. Kuil Asakusa dengan pintu gerbangnya Kaminarimon dan Nakamise sebagai tempat penjualan kerajinan tangan dan pernak pernik khas Asakusa merupakan tempat wisata yang terkenal di Tokyo, cukup lama saya berjalan disekitar kuil dan tempat wisata ini berbelanja sambil memotret.

Perjalanan selanjutnya menuju ke luar kota Tokyo, mengunjungi salah satu ikon negara Jepang yaitu Gunung Fuji, perjalanan berlangsung di bawah gerimis yang turun membasahi negeri mata hari terbit ini. Pemandangan yang indah dan menyegarkan dapat dinikmati sampai ke hotel tempat kami menginap di pinggiran Danau Kawaguchi. Sejak berangkat dari Jakarta saya membawa perlengkapan photography yang komplit lengkap dengan tripodnya segala, dengan harapan untuk dapat memotret Gunung Fuji yang termasyhur itu. Ternyata sejak saya datang sampai meninggalkan Gunung Fuji cuaca tidak bersahabat, puncak Gunung Fuji tidak pernah kelihatan dan selalu ditutupi awan, sehingga niat saya untuk mengabadikannya dengan kamera saya tidak pernah kesampaian.

Danau Kawaguchi

Danau Kawaguchi

Malam itu kami menginap di Jiragon Hotel yang terletak di daerah Gunung Fuji di pinggir Danau Kawaguchi. Udara yang cukup dingin menyambut rombongan kami, pemandangan ke arah Danau Kawaguchi benar-benar bisa mengobati badan yang sudah kelelahan tanpa istirahat sejak kami take off dari Bandara Soekarno – Hatta. Acara yang wajib kami ikuti malam itu adalah makan malam di Jiragon Hotel yang dilaksanakan pada jam 19.00 waktu setempat. Acara itu berlangsung dengan santai, setiap orang diwajibkan memakai pakaian kimono yang sudah disediakan oleh pihak hotel. Pada acara makan malam itu kami menikmati makan Kanitabehoudai (makan kepiting sepuasnya) dengan membayar biaya tambahan sebesar 2000 Yen per orang. Rasa kepitingnya betul-betul manis, dagingnya tebal, saya makan banyak kepiting malam itu dan ini adalah kepiting terakhir dan terlezat yang pernah saya makan, karena sejak itu sampai sekarang saya tidak pernah makan kepiting lagi dengan alasan kesehatan. Setelah makan malam saya sempat mengambil foto disekitar hotel itu mumpung masih memakai kimono. Malam itu kami tidur dan istirahat di kamar Jiragon Hotel yang tempat tidurnya ditata sesuai dengan gaya Jepang dimana kita tidur dengan kasur di lantai.

Besoknya tanggal 23 Juni 2012 hari kedua tour, pagi-pagi sekali saya dan istri sudah bangun dan kami berjalan menuruni tangga hotel terus menuruni jalan yang menuju ke pinggir Danau Kawaguchi. Udara yang cukup dingin dan segar menemani kami di pagi itu, berjalan menyusuri pinggir Danau Kawaguchi yang airnya cukup tenang, memperhatikan pemancing yang mulai berdatangan satu dua orang, kami nikmati suasana Gunung Fuji yang tak memperlihatkan puncaknya karena tertutup awan. Tepat jam 08.00 waktu setempat rombongan kami berangkat meninggalkan Jiragon Hotel mau menjelajah disekitar Gunung Fuji , namun rencana itu batal karena cuaca tidak bersahabat dan jalanan ditutup.

Akhirnya rombongan dibawa menuju ke daerah Yamanashi dan dibawa ke sebuah Factory Outlet yang isinya kebanyakan barang-barang produk China. Saya tidak lama di dalam outlet tersebut, akhirnya saya keluar dan memotret disekitar daerah itu. Setelah rombongan berbelanja perjalanan diteruskan menuju sebuah restaurant yang letaknya di perbukitan mirip seperti di Puncak. Kami berhenti selama satu jam di restaurant itu menikmati aneka masakan Jepang tentunya yang halal, karena makanannya sudah diberi tanda halal dan boleh dimakan.

Hakone, Danau Ashi

Hakone, Danau Ashi

Perjalanan dilanjutkan menuju Hakone menikmati indahnya Danau Ashi, disini kita akan menaiki perahu feri yang indah untuk mengelilingi Danau Ashi. Saat kami naik feri cuaca mendung dan Danau Ashi berkabut namun tidak mengurangi keindahan disekitar danau itu. Diatas kapal feri saya cukup banyak mengambil foto karena kapal feri ini dilihat dari luar bentuknya indah sekali. Tanpa terasa kami selesai mengelilingi Danau Ashi dan turun Dari kapal feri menuju ketempat Bus di parkir.

Perjalanan dilanjutkan ke Akihabara, yaitu pusat perbelanjaan elektronik di kota Tokyo, sebelum sampai ke Akihibara kami dibawa melewati Istana Kaisar di Tokyo. Di Akihibara kami dibawa ke pusat perbelanjaan elektronik Yodobashi Camera, apabila belanja alat elektronik disini bisa mendapatkan diskon yang menarik, namun tidak banyak anggota rombongan yang belanja disini paling ada yang belanja jam tangan.

Ginza, Tokyo

Ginza, Tokyo

Selesai menjelajah Akihibara perjalanan dilanjutkan ke Ginza, yaitu suatu tempat shopping yang berkelas di Tokyo, sampai di Ginza hari sudah mulai senja, kami menyaksikan gemerlap Ginza di waktu malam. Boutique-Boutique yang berkelas berjajar di kiri kanan memancarkan cahaya yang berwarna-warni, kami hanya melakukan window shopping di daerah Ginza ini karena kebanyakan barang-barang yang dijual adalah produk-produk terkenal yang dijual dengan harga mahal. Akhirnya rombongan makan malam di sebuah restaurant di daerah Ginza ini, ada juga anggota rombongan yang menikmati sushi di restaurant ini tapi harus mengeluarkan biaya tambahan karena tidak termasuk makanan yang di pesan oleh Tour Leader. Selesai makan malam rombongan menuju ke Condeo Hotel tempat menginap dan beristirahat di Tokyo.

Hari ketiga Tour tanggal 24 Juni 2012, dimulai dengan sarapan pagi di Condeo Hotel, hari ini Tour Leader kami bertambah satu lagi yaitu seorang anak muda dari Bandung yang sedang mengambil S2 di salah satu Universitas di Tokyo. Tepat jam 08.00 Waktu Tokyo rombongan naik bus menuju First Avenue Tokyo Station, inilah kesempatan pertama saya naik kereta super cepat yang kesohor itu menuju Yokohama, untuk naik Shinkansen ini kami harus mengeluarkan biaya 300 Yen. Sebelum naik Shinkansen kami dibawa mengitari First Avenue Tokyo Station yang sangat apik itu, Station itu menyatu dengan outlet, cafe, toko serta restaurant, kami tinggal naik saja tanpa bersusah payah mengantre membeli tiket karena tiket sudah dibeli oleh Tour Leader.

Sesampai di Shin-Yokohama Station kami langsung memulai Tour ke Yokohama Hakkeijima Sea Paradise yaitu Wahana Permainan dan Aquarium. Rombongan cukup lama di tempat ini menikmati wahana permainan, mengunjungi Aquarium yang dipenuhi ikan yang beraneka warna, dan terakhir kali menonton pertunjukan ikan duyung (Dolphin Fantasy). Kami makan siang di sebuah restaurant ditempat itu yaitu Hungry Island Seafood Restaurant, setiap kali makan saya selalu berhati-hati khawatir ke makan makanan yang tidak halal, tapi seperti restaurant lainnya ditempat ini juga ditandai makanan yang halal dan tidak halal.

Yokohama

Yokohama

Selanjutnya kunjungan berlanjut ke The Landmark Sky Garden yaitu suatu tempat wisata yang sangat terkenal di Yokohama dengan panorama yang sangat indah dari ketinggian 273m Lantai 69 gedung The Landmark Sky Garden kita dapat melihat ke arah pelabuhan Yokohama yang indah. Di lantai 69 terdapat Tower Shopping, saya sempat belanja postcard gambar pelabuhan Yokohama di waktu malam dilihat dari lantai 69 gedung ini. Setelah puas menikmati pelabuhan Yokohama dari Lantai 69 Landmark Sky Garden, akhirnya kami turun dari gedung tersebut dengan lift. Kemudian kami masuk ke Landmark Plaza, kesempatan ini digunakan oleh anggota rombongan untuk shopping dan ada juga yang sekedar berjalan-jalan sambil mengambil foto di dalam mall itu.

Selesai makan malam di Gournet Court Yokohama, rombongan naik bus menikmati perjalanan malam dari Yokohama ke Condeo Hotel di Tokyo. Melewati pelabuhan Yokohama yang bermandikan cahaya sungguh sangat indah sekali, kami melewati Tokyo Tower yang kami lihat dari jarak yang tidak terlalu jauh, sungguh perjalanan ini memperlihatkan kota- kota Jepang yang modern dengan kemajuan teknologinya. Akhirnya tour hari itu berakhir dan kami kembali menginap di Condeo Hotel Tokyo.

Hari Selasa tanggal 25 Juni 2012 adalah hari terakhir tour di Jepang, pagi itu segenap rombongan sedang sarapan pagi di Condeo Hotel, koper-koper sudah dipersiapkan dan di tumpuk disalahkan satu sudut ruangan hotel.Tepat jam 07.30 pagi Waktu Tokyo rombongan meninggalkan hotel menuju daerah Ueno, sebuah tempat perbelanjaan yang selalu dikunjungi turis, berbagai macam barang banyak dijual di daerah ini baik yang bermerk maupun barang-barang buatan China tentunya dengan harga miring. Kami berhenti di seberang Ueno Station, sementara rombongan menuju ke pusat pertokoan, saya dan istri serta kakak saya memisahkan diri dari rombongan, kami menyeberang jalan ke Ueno Station untuk menuju ke Hard Rock Cafe yang saya peroleh informasi nya dari internet. Seperti biasa saya kesana bukan buat ngopi tapi untuk membeli kaos, topi dan pernah-pernik lainnya khas Hard Rock Cafe, akhirnya saya dapat kaos dan topi untuk dikoleksi. Setelah itu kami bergabung kembali dengan rombongan yang sudah mulai shopping di sekitar Ueno. Lama juga rombongan berbelanja disini karena saat itu hari terakhir tour, setelah berkeliling saya menunggu rombongan di depan Plaza Naga Fuji.

Siang itu kami makan di sebuah restaurant yang berada di sekitar daerah Akihabara dan itu adalah makan siang yang terenak selama di Tokyo. Kemudian rombongan naik Bus menuju ke Odaiba untuk melihat megahnya Rainbow Bridge yang menghubungkan Marina City Odaiba yang merupakan daerah urugan laut ke Pusat Kota Tokyo. Dengan berjalan kaki kami mengunjungi Patung Liberty yang sama persis dengan aslinya yang berada di New York yang menjadi daya tarik untuk dinikmati. Kemudian rombongan menuju ke Venus Fort, yaitu pusat perbelanjaan yang besar dan lengkap berdiri megah yang bisa memuaskan hasrat belanja. Kami cukup lama berada di Venus Fort ini, banyak juga yang berbelanja dan saya berkesempatan mengunjungi History Garage yaitu sebuah Museum Mobil yang berada di Venus Grand Lantai 2F, disini di peragakan mobil-mobil antik dari berbagai merk yang terawat dengan rapih. Setelah puas belanja dan cuci mata di Venus Fort hari sudah mulai senja, akhirnya kami makan di sebuah Mc Donald di Portopio, berbeda dengan Mc Donald di Jakarta yang mana sampah bekas makanan dibersihkan oleh petugas restaurant, di tempat ini sampah bekas makan harus langsung di buang ke tempat sampah oleh pengunjung.

The Fountain Plaza Venus Fort, Tokyo

The Fountain Plaza Venus Fort, Tokyo

Setelah selesai makan malam rombongan langsung menuju Bandara Haneda yaitu sebuah bandara kedua terbesar yang ada di Tokyo disamping Bandara Narita untuk check in dan menurut rencana kami akan kembali ke Jakarta dengan Pesawat Garuda sekitar jam 24.00 malam Waktu Tokyo. Setelah check in dan sebelum masuk ke ruang tunggu cukup lama kami menikmati bandara yang apik tersebut, rombongan kami berkumpul di sebuah sudut yang ada kursi untuk pengunjung sambil menunggu untuk masuk ke ruang runggu. Di depan kami terdapat rombongan anak muda Jepang yang makin lama makin banyak, rupanya mereka akan melakukan tour kesuatu daerah di Jepang, kami pun asyik melihat tingkah polah kawula muda Jepang itu. Tak lama kemudian rombongan kami di dekati oleh dua orang berkebangsaan Jepang berpakaian jas lengkap, semula kami menduga mereka adalah ber profesi sebagai pebisnis, setelah berkomunikasi dengan Tour Leader kami ternyata mereka polisi Jepang. Kami diperintahan untuk mengumpulkan paspor, setiap anggota rombongan diperiksa dan dicocokkan dengan paspor masing-masing, ternyata semuanya clear.

Setelah menunggu berjam-jam akhirnya Tour Leader mengumumkan pesawat Garuda delay dan baru ada pernerbangan besok siang ke Jakarta. Dengan perasaan gusar kami menunggu pengumuman selanjutnya dari Tour Leader, ternyata kami akhirnya diperintahkan untuk kembali ke Condeo Hotel, bagi yang membawa bayi disediakan taksi sementara untuk yang lainnya dibawa ke Stasiun terdekat. Jam waktu itu sudah menunjukkan jam 24.00 Waktu Tokyo, dengan tenaga yang tersisa kami berjalan menuju station kereta terdekat, tidak terdengar suara tertawa riuh rendah layaknya sebuah tour, masing- masing menyeret barang bawaannya yang bisa dijinjing dengan tertatih tatih, saya menenteng tas kamera lengkap dengan tripod segala, akhirnya di tengah malam buta itu kami naik kereta menuju station yang terdekat dengan Condeo Hotel. Ternyata pada dini hari begini penumpang kereta masih ramai, kebanyakan mereka sibuk dengan gadgetnya dan dengan rasa ingin tahu mereka memandang kami satu persatu.

Tepat jam 01.00 dini hari setelah turun dari kereta kami berjalan kaki kembali menuju hotel, dan sampai di hotel petugas menyambut kami dengan mengumbar senyum. Saat itu saya langsung menuju kamar, badan terasa capek, perut lapar, saya mencoba membuka koper untuk mengambil biscuit yang tersisa beserta energen lumayan untuk mengganjal perut yang sudah lapar. Saya masih sempat mandi di pagi buta itu setelah itu mengecas hand phone dan camera kemudian langsung tidur.

Besoknya pagi hari, Selasa tanggal 26 Juni 2012 seluruh anggota rombongan berkumpul untuk sarapan pagi di Condeo Hotel, dengan wajah mengantuk dan rasa capek yang tersisa, banyak anggota rombongan yang bercerita bahwa mereka kelaparan tadi malam. Sebagian besar sudah memberikan makanan yang mereka bawa dari tanah air kepada Pemandu Wisata yaitu seorang anak muda dari Bandung yang sedang mengambil S2 di salah satu Universitas Tokyo. Tepat jam 08.00 Waktu Tokyo rombongan berangkat menuju Bandara Narita, untuk selanjutnya pulang ke Jakarta.

Proses check in di Bandara Narita ternyata berjalan dengan lancar, setelah itu kami masih sempat menikmati bandara ini, kami tidak jadi berangkat pulang lewat Bandara Haneda. Tepat jam 11.20 Waktu Tokyo kami menaiki pesawat Garuda yang telah siap membawa kami pulang ke tanah air. Selama dalam perjalanan menuju Jakarta saya tertidur dengan pulas, kami membawa kenang-kenangan selama berada di Jepang ke tanah air, banyak pengalaman yang tidak terlupakan selama tour ini. Tanpa terasa pesawat Garuda yang membawa kami ke Jakarta mendarat dengan mulus di Bandara Soekarno-Hatta pada saat Maghrib dan tour kami ke Jepang pun berakhir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calendar

April 2014
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Recent Posts

Instagram

Temple of heaven, Beijing 16 Maret 2008
#beijing #china #traveling Istana Bogor, 20 Juli 2010
#istana #bogor #istanabogor Masjid Istiqlal, jakarta
#masjidistiqlal  #jakarta #masjid Blue Mosque, Istanbul, Turkey Old City Jakarta
#kotatua #kotatuajakarta #jakarta Amsterdam Tram, Netherlands
#netherlands #amsterdam #europe #tram

Blog Stats

  • 12,610 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

Top Posts & Pages

%d bloggers like this: