KATA READONE

Home » Fiksi » Move On

Move On

Karman adalah pensiunan pegawai negeri sipil yang tinggal di rumah anak perempuannya yang bungsu bersama menantu, istri dan dua orang cucu. Di rumah itu tinggal juga anak perempuan pertamanya yang belum menikah dan seorang pembantu rumah tangga. Anak perempuan bersama suaminya bekerja di sebuah perusahaan yang cukup besar di Jakarta, sedangkan anak perempuannya yang pertama bekerja sebagai pegawai negeri sipil di sebuah kantor pemerintah. Anak perempuannya yang pertama dan cucu pertamanya berangkat ke kantor jam enam pagi, kedua suami istri itu berangkat ke kantor jam delapan pagi, cucu keduanya berangkat ke sekolah jam delapan pagi juga. Sehari-hari tinggallah Karman bersama istri dan pembantu rumah tangga di rumah. Cucu keduanya pulang jam sepuluh dijemput oleh Karman, cucu pertamanya pulang jam tiga sore, anak pertamanya pulang jam enam sore, sementara anak menantunya pulang jam sepuluh malam.

Walaupun sehari-hari Karman tinggal bersama istri dan pembantu rumah tangga, sebagai seorang pensiunan hidup Karman tidak pernah sepi, dari sejak menjelang subuh sampai malam dia sibuk sekali, ada-ada saja pekerjaan yang di lakukannya. Sebelum subuh datang dia sudah bangun dan siap-siap berangkat ke masjid yang tidak jauh dari rumah untuk melaksanakan shalat subuh. Selesai melaksanakan shalat subuh dia akan mematikan lampu diteras rumah kemudian berganti pakaian dengan pakaian kebesarannya sehari-hari yaitu celana pendek dan dan kaos buntung tanpa lengan. Di pagi buta itu jalan di depan rumah jadi sasaran untuk dibersihkannya dari sampah-sampah dedaunan yang bertebaran.

Kemudian Karman terlihat mencuci dua mobil yang dipakai anak menantunya, dilapnya kedua mobil itu sampai bersih dan mengkilat. Suatu saat Karman terlihat berdiri pakai tangga memanjat dan membersihkan bagian atas mobil itu. Di hari libur musim penghujan ini dia terlihat berkali-kali melap salah satu mobil yang di parkir di depan rumah, selesai mobil itu di cuci hujan turun mengguyurnya sehingga mobil itu kembal basah lalu dilapnya lagi, hal itu berkali-kali dilakukannya sampai malam tiba. Sungguh beruntung anak menantu Karman karena dia tidak perlu lagi mencuci mobil, karena kedua mobilnya sudah dibikin bersih oleh Karman.

Tepat jam enam pagi setelah mencuci mobil, Karman membukakan pintu pagar untuk melepas anak perempuan pertama dan cucu pertamanya pergi ke kantor dan ke sekolah. Setelah itu dia bersiap membersihkan halaman depan yang ditanami rumput dan bunga, dirawatnya bunga dan rumput yang ada di halaman itu. Jam sepuluh Karman terlihat naik motor menjemput cucu keduanya pulang dari sekolah, setelah itu dia terlihat sibuk mengerjakan apa saja pekerjaan rumah sampai jam sebelas siang. Setelah itu dia akan istirahat sebentar sambil menunggu waktu dzuhur datang, dan waktu dzuhur dia akan berangkat ke masjid seperti subuh tadi.

Setelah makan siang terlihat suasana rumah Karman sepi, tidak terlihat aktivitas apapun, rupanya Karman sedang istirahat siang barang sejenak. Terasa sepi sekali suasana disekitar rumah Karman, tetangganya pada mengintip karena tidak ada suara yang menandakan Karman sedang melakukan aktivitas. Namun suasana itu langsung berubah sekitar jam 15.00 WIB, karena Karman sudah beraktivitas lagi, kali ini lampu yang ada di depan rumah diperbaikinya karena tidak nyala. Selesai memperbaiki lampu, Karman tergopoh membukakan pintu untuk cucu pertamanya yang baru pulang dari sekolah diantar mobil antar jemput langganannya, diangkatnya tas cucunya sambil membawa cucunya ke dalam rumah. Setelah itu Karman bersiap untuk berangkat ke masjid untuk melaksanakan Shalat Ashar, dia berangkat ke masjid sambil mengumbar senyum saat berpasangan dengan jemaah lain.

Selesai Shalat Ashar Karman terlihat duduk di teras rumahnya sambil mencukur kumis dan jenggotnya yang sudah terlihat memutih. Sekitar jam 17.00 WIB Karman terlihat menemani kedua cucunya bermain di jalan depan rumah, ada saja permainan yang dilakukan cucunya, main bola, main sepeda kadang-kadang main petak umpat. Dia terlihat asyik memperhatikan kedua cucunya bermain, kadang dia tertawa terpingkal-pingkal-pingkal entah apa yang terlihat lucu.

Setengah jam sebelum maghrib dibawanya cucunya kedalam rumah untuk bersiap-siap berangkat ke masjid melaksanakan Shalat Maghrib, kali ini kedua cucunya ikut ke masjid. Mengingat anak menantunya selalu pulang malam, Karman pun mengambil berinisiatif membimbing kedua cucunya melaksanakan Shalat, sehingga setiap maghrib kedua cucunya ikut dibawanya ke masjid.

Setelah Shalat maghrib rumah Karman terlihat sepi, rupanya dia sedang makan malam dengan anak cucunya, sedangkan anak menantunya tidak bisa ikut makan bareng karena selalu pulang malam. Selesai makan malam Karman terlihat istirahat sejenak sambil menunggu waktu Shalat Isya datang. Waktu Isya datang diapun bergegas menuju masjid untuk melaksanakan Shalat Isya, tidak sekalipun Karman meninggalkan Shalat berjemaah kecuali kalau kesehatannya terganggu.

Setelah Isya rumah Karman terlihat sepi hanya ada suara TV , rupanya Karman sekeluarga lagi menonton sinetron kesayangannya sambil menunggui cucunya belajar. Tak lama kemudia kamar tidurnya terlihat gelap, itu menandakan Karman sudah tidur sampai subuh datang. Sementara pada jam sepuluh malam anak menantunya pulang dari kantor, kemudian rumah itu terlihat sepi sampai subuh datang.

Melihat kesibukan Karman sehari-hari yang tak pernah berhenti beraktivitas, salah satu tetangganya diam-diam memperhatikan aktivitasnya, betapa Karman menikmati masa pensiunnya dengan senang, mengisi hari-harinya dengan pekerjaan rumah yang tidak putus-putusnya. Suatu pagi setelah Shalat Subuh tetangganya menyapa Karman,
“Pak Karman sibuk sekali sehari-hari beraktivitas, kelihatannya Bapak senang sekali melewati hari-hari pensiunnya”.
Karman pun menjawab, ” Ya…..kita harus Move On”, jawabnya.
Wow……gaul juga jawaban Karman…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calendar

April 2014
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Recent Posts

Instagram

Kawah Gunung Tangkuban Perahu, 2008.
#tangkubanperahu #bandung Windmill
#europe #netherlands  #weesp #windmill #windmills #thingstodoamsterdam Angklung 
#traditionalmusic #indonesia Weesp, Nethetlands
#europe #netherlands #amsterdam #weesp #thingstodoamsterdam Rumah Makan Sea Food, Sungai Kakap, Pontianak, Mei 2005.
#pontianak #kuliner #kalbar Qurban 1438 H
#eidmubarak

Blog Stats

  • 13,495 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: