KATA READONE

Home » Catatan Harian » Naik Commuter Line Dan Trans Jakarta Di Minggu Pagi

Naik Commuter Line Dan Trans Jakarta Di Minggu Pagi

Hujan yang turun sejak Jum’at malam berlanjut sampai hari Sabtu seharian, telah menyebabkan Jakarta dilanda banjir kembali. Hujan yang tidak berhenti itu membikin saya tidak keluar rumah pada hari Sabtu, dan juga tidak melakukan olah raga pagi yang biasa saya lakukan setiap hari. Sebagai gantinya pada Minggu pagi saya melakukan olah raga jalan pagi, tujuan saya menuju ke arah Jalan Ahmad Yani Bekasi tempat dilaksanakannya Car Free Day, ternyata animo masayarakat untuk bersepeda dan olah raga pagi tetap besar walaupun jalanan masih basah bekas diguyur hujan. Perjalanan pagi itu membawa saya ke Stasiun Kereta Api Bekasi, yang dipenuhi oleh penumpang yang antri membeli tiket Commuter Line jurusan Jakarta. Walaupun hari Minggu hari libur ternyata stasiun dipenuhi penumpang yang membawa anggota keluarganya untuk berlibur di hari minggu itu.

Saya ikut mengantri untuk membeli tiket jurusan Jakarta Kota, setelah mendapat tiket dan membayar Rp 8.500, saya jadi berpikir kenapa saya harus membayar lebih mahal sementara tarif nya adalah Rp 3.500,–. Tanpa berpikir panjang saya komplain ke petugas tadi, akhirnya sang petugas memberikan penjelasan bahwa kelebihan uang Rp 5.000,– di tahan sebagai jaminan yang dapat dicairkan kembali di stasiun tempat tujuan dengan mengembalikan tiket (kartu) tadi. Sudah lama tidak naik Commuter Line mengingatkan saya akan aturan jaminan itu, akhirnya dengan sedikit malu saya meninggalkan loket tempat membeli karcis.

Setelah mentap tiket pada mesin yang tersedia, saya menaiki Commuter Line di saat terakhir menjelang keberangkatan kereta itu melalui gerbang wanita,terus menyeberang ke gerbong yang di depan tempat penumpang pria sudah berdesak-desakan memenuhi gerbong. Saya maju lagi beberapa gerbong untuk mendapatkan tempat yang agak lowong, ternyata gerbong yang saya lewati sudah penuh semua akhirnya saya berdiri bersama penumpang lain di gerbong empat. Pada hari-Hari kerja sebagian penumpang didominasi oleh para pekerja kantoran, sedangkan pada hari minggu ini penumpang kebanyakan para anggota keluarga yang akan menikmati hari libur. Setiap melewati satu stasiun masinis kereta akan memberikan informasi atau pengumuman lewat mikropon mengenai kedatangan kereta di suatu stasiun, hal ini memudahkan pengunjung untuk turun di suatu stasiun.

Ternyata sebagian besar penumpang banyak yang turun di Stasiun Senen dan Manggarai, dimana mereka dapat berganti kereta untuk melanjutkan perjalanan ke Bogor atau jurusan lainnya. Akhirnya di Manggarai saya dapat tempat duduk berhubung gerbong sudah agak mulai lowong, begitu memasuki Stasiun Gondangdia kereta berhenti beberapa menit sambil menunggu kereta yang datang dari jurusan lain lewat. Kereta tidak berhenti di Stasiun Gambir pada hal dekat ke tempat wisata yaitu Monas, saya tidak tahu apa yang menjadi pertimbangan kereta tidak berhenti di stasiun itu minimal pada hari libur.

Sejak berangkat dari Stasiun Bekasi sampai Stasiun Jakarta Kota petugas kereta beberapa kali membersihkan sampah di setiap gerbong kereta, nampaknya beberapa kemajuan memang sudah dicapai oleh PT KAI dalam memberikan pelayanan kepada penumpang walaupun masih ada hal-hal yang masih perlu disempurnakan. Beberapa stasiun yang saya lewati terlihat sudah mulai bersih dari pedagang kaki lima dan areal nya digunakan untuk parkir kendaraan. Tinggal apakah masayarakat mau beralih memakai kereta sebagai alat transportasi, merubah kebiasaannya untuk membuang sampah pada tempatnya dan melaksanakan budaya antri.

Akhirnya kereta memasuki Stasiun Jakarta Kota dan seluruh penumpang turun, saya ikut arus penumpang yang menuju ke pintu luar untuk mentap tiket pada mesin yang sudah disediakan. Saya tidak mencairkan uang jaminan sebesar Rp 5000,– dengan pertimbangan tiket akan saya gunakan lagi pada saat pulang nantinya. Biasanya saya menggunakan tiket terusan yang dapat diisi ulang, namun karena tertinggal di rumah, akhirnya saya membeli tiket untuk sekali jalan.

Begitu keluar dari Stasiun Jakarta Kota saat saya menuju ke Halte Trans Jakarta, pedagang kaki lima terlihat sudah mulai lagi berdagang di halaman stasiun, beberapa waktu lalu areal ini sudah mulai dibersihkan tapi hal ini rupanya belum menyelesaikan masalah. Saya naik Bus Trans Jakarta jurusan Blok M menggunakan kartu yang sudah lama tidak dipakai dan ternyata saldonya nihil. Akhirnya saya membeli tiket di loket dan membayar sebesar Rp 3.500,– untuk sekali jalan termasuk kalau kita pindah Bus Trans Jakarta ke jurusan lain.

Bus Trans Jakarta yang saya naiki ternyata kosong karena penumpang baru saja diangkut bus sebelumnya, baru setelah memasuki Halte Glodok mulai ada penumpang yang naik, pada saat bus sampai di Halte Harmoni bus sudah dipenuhi penumpang yang turun dan naik untuk berganti arah tujuan. Ternyata hari itu sedang ada acara Car Free Day di jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman, namun Bus Trans Jakarta tetap dapat melewati kedua jalan tersebut. Di kedua jalan itu sudah terlihat areal yang digunakan untuk pembangunan Stasiun MRT, moda transportasi ini nantinya diharapkan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.

Rasanya suatu kenikmatan bagi warga ibu kota untuk dapat melaksanakan olah raga di jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman tersebut, karena pada hari biasa jalan tersebut merupakan jalan yang padat dipenuhi arus lalu lintas. Areal tersebut dipenuhi oleh warga yang melaksanakan aktivitas bersepeda, joging, dan banyak atraksi lain yang di gelar di kedua jalan tersebut. Tidak ketinggalan penghobi fotografi terlihat mondar-mandir menenteng kamera sembari membidik objek yang diingininya. Saya berhenti di Halte Benhil dan menyeberang ke daerah Benhil untuk menikmati makanan kesukaan saya.

Saat pulang saya melewati jalur tadi dengan naik Bus Trans Jakarta, di Halte Grand Indonesia bus tidak berhenti karena terhalang oleh aktivitas proyek MRT. Pada saat berhenti di Halte Jakarta Kota terlihat air mancur yang terletak di jembatan penyeberangan menuju stasiun Jakarta kota sudah mulai berfungsi kembali setelah cukup lama tidak berfungsi, dan di pinggirnya sudah ditanami dengan bunga. Sementara air mancur yang berada di halaman Halte Bus Trans Jakarta bagian atas saat saya lewat tidak berfungsi, mungkin masih dalam tahap perbaikan.

Akhirnya saya naik Commuter Line jurusan Bekasi kembali dan sebelum berangkat saya mengisi kembali tiket Commuter Line saya sebesar Rp 3.500,–. Saya turun di Stasiun Kranji, yang loket penjualan tiketnya sudah dipindahkan ke tempat baru, halaman parkirnya terlihat sudah mulai rapi dipenuhi kendaraan. Saya mencairkan uang jaminan Rp 5.000,– tadi karena sudah tidak menggunakan kartunya lagi. Selanjutnya naik angkot menuju tempat tinggal, tepat jam 12 siang sudah berada di rumah kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calendar

February 2014
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

Recent Posts

Instagram

Kawah Gunung Tangkuban Perahu, 2008.
#tangkubanperahu #bandung Windmill
#europe #netherlands  #weesp #windmill #windmills #thingstodoamsterdam Angklung 
#traditionalmusic #indonesia Weesp, Nethetlands
#europe #netherlands #amsterdam #weesp #thingstodoamsterdam Rumah Makan Sea Food, Sungai Kakap, Pontianak, Mei 2005.
#pontianak #kuliner #kalbar Qurban 1438 H
#eidmubarak

Blog Stats

  • 13,495 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: