KATA READONE

Home » Traveling » Perjalanan Menuju Istanbul

Perjalanan Menuju Istanbul

Pagi itu di Koru Hotel di kota Bolu udara terasa sejuk sekali, saya dan rombongan sedang sarapan pagi sebelum berangkat menuju kota Istanbul. Pagi itu adalah pagi terakhir saya tour diluar kota Istanbul, tanpa terasa kami sudah empat hari berada di Turki sejak kedatangan kami pertama kali pada tanggal 18 Juni 2013. Dihari terakhir kami akan menginap semalam di kota Istanbul sebelum kembali ke Jakarta besok malam. Empat Hari berada di Turki, wawasan saya mengenai Turki semakin bertambah, betapa negara ini sudah melalui proses sejarah yang panjang sebelum sampai pada kondisi seperti saat ini.

Sasa Anatakya Kunefesi

Sasa Anatakya Kunefesi

Bus kami mulai meninggalkan Koru Hotel di kota Bolu jam 07.00 pagi, tidak ada objek yang kami kunjungi di kota ini karena rombongan singgah di kota ini hanya untuk menginap karena jarak yang terlalu jauh untuk langsung menuju Kota Istanbul. Tidak lama setelah perjalanan di mulai, bus melewati terowongan, setidaknya ada dua terowongan yang kami lewati dalam perjalanan ini.

Saya dan rombongan berhenti di Sasa Antakya Kunefesi, tempat ini selain ada restaurant juga dilengkapi mini market, pompa bensin, tempat rekreasi yang dekat ke pantai. Kesempatan ini digunakan anggota rombongan untuk belanja buah-buahan dan cemilan, oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Pinggir Laut Marmara

Pinggir Laut Marmara

Perjalanan dilanjutkan memasuki terowongan kedua, di sebelah kanan terhampar dataran dan perbukitan, sementara di sebelah kiri mulai terlihat Laut Marmara yang berwarna biru dan indah yang dilewati oleh kapal-kapal. Tidak lama kemudian saya dan rombongan mulai memasuki taman yang terletak di pinggir Laut Marmara, yang juga merupakan tempat pangkalan Marmara Cruise.

Selat Bosphorus

Selat Bosphorus

Naik Marmara Cruise menyusuri Laut Marmara (Golden Horn) dan Selat Bosphorus mengasyikkan sekali sambil menikmati hembusan angin laut dan memandang kapal-kapal berlalu lalang yang membawa wisatawan dari Istanbul Asia menuju Istanbul Eropah dan sebaliknya. Sementara burung-burung camar beterbangan di atas laut dan rumah-rumah di perbukitan pinggiranan Selat Bosphorus kelihatan mengecil dilihat dari jauh. Banyak perumahan yang bagus, hotel-hotel mewah berada di pinggiran Selat Bosphorus.

Sampai di Istanbul Eropah kami naik bus dan melewati TC Istanbul Tigaret Universitesi, kemudian makan siang di sebuah restaurant sea food tertulis dengan nama Yeni Raki, menu kali ini adalah makanan laut. Di restaurant ini kami bertemu dengan rombongan umrah dari Surabaya, mereka mengunjungi Istanbul lebih dahulu baru melaksanakan umrah.

Selesai makan siang kami mengunjungi pabrik kerajinan kulit yang bernama “Kircilar Inter Store”, tempat ini semacam Factory Outlet yang memproduksi dan menjual barang-barang kerajinan kulit dengan merek Kircilar. Barang-barang hasil produknya diekspor dan juga dijual di Boutique Kircilar yang terdapat di pusat perbelanjaan yang mewah di beberapa negara. Memasuki tempat ini kami disambut dengan ramah dan langsung dibawa kesuatu ruangan peragaan busana dari kulit (Cat Walk).

Acara peragaan busana dari kulit menampilkan peragawati dan peragawan dari Kircilar sendiri. Mereka menampilkan jacket, celana, tas dan kerajinan kulit lainnya layaknya sebuah acara peragaan busana. Sebagai puncak acara, dua orang anggota rombongan diundang untuk naik ke atas Cat Walk berpasangan dengan peragawati dan peragawan untuk memperagakan hasil produksinya. Setelah acara selesai , kami dibawa keruangan atau store tempat barang-barang hasil produksinya di pajang untuk dijual. Pada kesempatan ini saya membeli sebuah jacket kulit yang sejak berangkat sudah saya rencanakan, karena saya belum mempunyai jacket kulit.

Grand Bazaar

Grand Bazaar

Setelah itu kami menuju ke Grand Bazaar, yang biasa juga disebut Kapalicarci, merupakan pasar tertutup yang terluas dan tertua di seluruh dunia. Pasar ini didirikan pada tahun 1455, di sini konon terdapat sekitar 5000 toko atau kios yang menjual segala macam barang. Saya sampai di Grand Bazaar sudah agak sore, setelah melewati salah satu pintu gerbang kami dibawa ke salah satu toko yang bernama “Ramazan”. Di toko ini dijual makanan Khas Turki berupa aneka dodol, kacang, korma, dalam aneka rasa sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang. Kami tidak bisa menjelajahi keseluruhan toko di Grand Bazar ini karena luasnya areal pertokoan dan terbatasnya waktu, karena tepat jam lima sore komplek pertokoan ini tutup. Akhirnya sambil menunggu bus datang saya mengambil beberapa foto disekitar tempat ini, termasuk foto seorang nenek Turki yang duduk di pinggir jalan dekat pintu gerbang masuk Grand Bazaar.

Setelah ke Grand Bazar kami langsung menuju ke Bade Hotel tempat kami menginap malam itu di Istanbul. Setelah makan malam pemandu wisata mengumumkan besok jam 09.00 pagi rombongan akan check out dari hotel. Malam itu saya langsung ke kamar ngecas kamera dan iphone untuk persiapan besok, sambil browsing menggunakan Wi Fi hotel dan kemudian istirahat.

Besoknya adalah hari terakhir saya berada di Istanbul, pagi-pagi sekali sebelum anggota rombongan bangun, saya sudah jalan-jalan disekitar hotel, ada sekitar radius empat ratus meter dari hotel jarak yang saya tempuh pagi itu. Jalanan masih sepi dan udara terasa sejuk, dengan kamera saya ambil foto-foto di jalanan yang saya lalui, nuansa Eropah terasa sekali di tempat itu, karena saya memang berada di Istanbul yang termasuk benua Eropah. Cukup banyak juga foto yang saya ambil pagi itu, setelah itu saya langsung kembali ke hotel untuk mandi dan sarapan pagi, sebelum rombongan kami meninggalkan hotel.

Tohkapi Sarayi Muzesi

Tohkapi Sarayi Muzesi

Jam 9.00 pagi rombongan berangkat dari hotel untuk memulai tour hari terakhir di Turki, kami menuju ke kawasan Old City Istanbul karena ada beberapa objek yang wajib di kunjungi di kota Istanbul. Pertama-tama kami mengunjungi Topkapi Sarayi Muzesi, merupakan istana tempat kediaman resmi Sultan Utsmaniyah yang dikenal juga dengan Kesultanan Ottoman. Istana ini dibangun atas perintah Sultan Mehmed II yang di mulai pada tahun 1453, terletak di titik pertemuan Tanduk Emas (Golden Horn) dengan Selat Bosphorus. Lokasi istana ini di kawasan Sultan Mehmed yang merupakan Old City Istanbul di belakang Hagia Sophia.

Memasuki istana ini kita melewati pintu gerbang utama,  setelah itu kita akan menyaksikan taman dengan pepohonan yang hijau yang menghubungkan bangunan satu dengan lainnya. Tempat yang kami lewati di dalam istana ini antara lain dapur istana, ruangan penyimpanan senjata. Setelah itu kita akan menuju ke halaman lain dimana berdiri bangunan tempat ruang senjata, ruang penyimpanan harta, ruang makan, harem, kamar tidur dan menara penjaga. Sementara itu bangunan yang merupakan tempat pribadi sultan, yang terdiri dari kamar tidur sultan, beberapa paviliun, teras, dari sini akan terlihat pemandangan Selat Bosphorus dengan kapal- kapal yang lalu lalang.

Salah satu bangunan yang tidak boleh terlewatkan adalah ruangan tempat disimpannya beberapa barang-barang peninggalan Nabi Muhammad SAW berupa jubah, pedang dan jejak telapak kaki Nabi Muhammad yang dipahat di batu ditempatkan dalam kotak berkaca, jenggotnya. Di ruangan itu juga terdapat pedang Nabi Daud, pedang para sahabatnya Rasulullah, kunci Ka’bah, baju-baju Kekhalifahan. Pengunjung dilarang mengambil foto di ruangan ini, kenangan berada di ruangan ini hanya tersimpan di hati sanubari selamanya.

Kita makan siang di sebuah restaurant Turki yang berada disekitar objek yang kami kunjungi, saat kami memasuki restaurant itu ternyata bertepatan dengan berlangsungnya pesta pernikahan sepasang pengantin Turki. Kamipun menyaksikan acara itu dari jarak yang tidak begitu jauh, bagaimana pakaian pengantin dan tamu-tamu yang datang.

Blie Mosque

Blie Mosque

Setelah itu kami mengunjungi satu objek wisata terkenal di Kota Istanbul, yaitu Blue Mosque ( Masjid Sultan Ahmed) dikenal juga dengan Masjid Biru dibangun tahun 1609 – 1616 atas perintah Sultan Ahmed I dari Dinasti Ottoman, arsiteknya Sedefhar Mehmed Aga, letaknya berseberangan dengan Hagia Sophia. Waktu memasuki masjid ini, laki- laki harus mencopot sepatunya dan memasukkan kedalaman kantong plastik yang sudah disediakan. Sementara wanita harus mengenakan kerudung dan pakaian muslim yang sudah disediakan bagi yang tidak berpakaian muslim.

Blue Mosque

Blue Mosque

Begitu masuk ke dalam masjid ini kita akan menikmati keindahan masjid ini, dinding masjid berhiaskan keramik-keramik berwarna biru, karpet nya berwarna merah, ramai sekali wisatawan berada di dalam masjid ini. Di dalamnya ada area tempat pengunjung melaksanakan shalat, dan di bagian belakangnya tempat wisatawan non Muslim menyaksikan keindahan masjid ini. Rombongan kami dipersilakan duduk mengampar di karpet sementara itu pemandu wisata bercerita tentang sejarah masjid ini, dan saya mengambil foto sambil menikmati motif-motif daun, bunga tulip, bunga mawar, delima dan anggur yang menghiasi keramik di dinding masjid ini. Cukup lama saya dan rombongan berada didalam masjid yang indah, timbul perasaan haru, bangga dan kesan yang sangat mendalam saya rasakan terhadap jejak-jejak peninggalan kejayaan Islam di masa lalu. Sebelum meninggalkan masjid ini saya sempat melaksanakan Shalat Tahyatul Masjid dan Shalat Dzuhur.

Aya Sofya Muzesi

Aya Sofya Muzesi

Tidak jauh dari Masjid Biru terdapat Hagia Sophia Museum yang saat ini bernama “Aya Sofya Muzesi”. Pada saat pertama kali dibangun di masa Konstatin Agung Hagia Sophia adalah merupakan gereja, dimasa pemerintahan Sultan Mehmed II dari Dinasti Ottoman berubah menjadi Masjid Ayas Sofya. Kemudian sejak Mustafa Kemal Ataturk mendirikan pemerintahan sekuler Republik Turki,Hagia Sophia ditetapkan sebagai museum yang bernama “Aya Sofya Muzesi.”

Saat memasuki museum ini dibagian dalam sebelah kiri masih direnovasi. Pada sisi atas mihrab yang berlambang bulan bintang terdapat kaligrafi dengan kata Allah sebelah kanan dan kata Muhammad sebelah kiri, sedang ditengah-tengahnya terdapat gambar Bunda Maria. Banyak sekali pengunjung saat itu berada di dalam museum ini menikmati budaya Kristen dan budaya Islam bercampur dan tetap dilestarikan menghiasi dinding dan pilar bangunan ini. Di sisi luar ruangan utama terdapat tempat penjualan souvenir, foto, video dan buku-buku sejarah Hagia Sophia. Cukup lama juga saya dan rombongan berada di Museum Aya Sofya ini, saat keluar ada semacam keharuan entah kapan lagi saya bisa menyaksikan sebuah bangunan yang menyimpan jejak-jejak kejayaan Kristen dan Islam masa lalu.

Sultan Ahmed Square

Sultan Ahmed Square

Kami menghabiskan waktu yang tersisa disekitar Sultan Ahmed Square, di kawasan ini kami menyaksikan bangunan yang disebut Hippodrome of Constantinopel dan yang satu lagi disebut Egyptian Obelisk. Di tempat ini kami sempat menyaksikan seorang pedagang buah melon lari terbirit-birit mendorong gerobak buahnya dikejar petugas keamanan, karena pedagang tersebut nekad berjualan di kawasan kota tua Istanbul itu. Kebersihan dan ketertiban betul-betul ditegakkan disekitar kawasan ini, sehingga kawasan kota tua itu terjaga kebersihan dan ketertibannya. Kami duduk di pinggir jalan sambil memperhatikan trem dan Bus Istanbul Bosphorus yang berwarna kebiruan datang dan pergi secara teratur membawa penumpang.

Kami makan malam di Grup Saray Restaurant, menu yang dihidangkan adalah masakan cina yang halal. Restaurant ini adalah restaurant terakhir yang kami kunjungi di Istanbul, setelah itu rombongan langsung menuju Istanbul Ataturk International. Di airport ini terjadi suatu peristiwa yang tidak diinginkan, backpack milik Abby Tour Leader kami dari Jakarta, hilang digondol pencuri. Setelah lapor ke polisi bandara, terdeteksi barang itu hilang sebelum kami lapor untuk check in, pencuri nya melarikan diri naik kereta dan tidak terdeteksi lagi. Ternyata airport ini juga tidak aman dari gerayangan pencuri.

Tepat jam sembilan malam pesawat Turkish Airlines lepas landas membawa saya dan rombongan menuju Jakarta, membawa kenang-kenangan yang tidak mungkin terlupakan seumur hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calendar

January 2014
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Recent Posts

Instagram

Kawah Gunung Tangkuban Perahu, 2008.
#tangkubanperahu #bandung Windmill
#europe #netherlands  #weesp #windmill #windmills #thingstodoamsterdam Angklung 
#traditionalmusic #indonesia Weesp, Nethetlands
#europe #netherlands #amsterdam #weesp #thingstodoamsterdam Rumah Makan Sea Food, Sungai Kakap, Pontianak, Mei 2005.
#pontianak #kuliner #kalbar Qurban 1438 H
#eidmubarak

Blog Stats

  • 13,495 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: