KATA READONE

Home » Traveling » Perjalanan Menuju Cappadocia

Perjalanan Menuju Cappadocia

Setelah sarapan pagi di Hotel Ozkaymak di Konya rombongan berangkat jam 7.00 waktu setempat menuju Cappadocia, perjalanan melalui jalur sutra di Turki Tengah itu akan memakan waktu selama lebih kurang 3 jam. Cappadocia artinya kuda yang cantik, kotanya banyak batu-batu dan gua-gua, terkenal sebagai penghasil keramik dan karpet. Di Cappadocia terdapat karpet tradisional dengan gaya ikat yang dibuat dengan tangan. Ada cerita, disana jika perempuannya tidak bisa bikin karpet tidak ada pria yang mau, begitu juga sebaliknya jika prianya tidak bisa bikin keramik tidak ada wanita yang mau.

Sultanhani Caravanseray

Sultanhani Caravanseray

Rombongan berhenti di sebuah tempat yang bernama “Sultanhani Caravanseray”, merupakan bangunan bekas hotel tua yang terletak di jalur sutra Turki Tengah, bangunan ini merupakan bangunan kuno yang saat kami datang sudah kosong, rombongan berfoto di halaman bangunan ini. Di seberang bangunan ini terdapat toko tempat menjual souvenir, makanan kecil dan buku-buku tentang objek wisata Turki. Di tempat ini saya sempat membeli peta dan kalender yang berisi foto-foto objek wisata di Turki, kemudian bagi anggota rombongan yang akan menggunakan toilet harus membayar 1 lira.

Kaymakli Underground City

Kaymakli Underground City

Selanjutnya rombongan dibawa mengunjungi “Kaymakli Underground City”, merupakan kota bawah tanah yang terletak di dalam gua yang dahulu dipakai sebagai tempat persembunyian orang kristen untuk bertahan hidup dan menjaga kepercayaan mereka. Tidak semua anggota rombongan masuk terowongan ini, pemandu wisata sebelumnya sudah mengingatkan bagi anggota rombongan yang mempunyai penyakit agak berat dianjurkan untuk tidak ikut, dikhawatirkan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan di dalam terowongan. Pernah kejadian ada anggota rombongan lain yang penyakitnya kambuh saat berada di dalam terowongan sehingga untuk mengevakuasinya harus melibatkan beberapa pihak yang urusannya jadi ribet. Akhirnya saya dan beberapa anggota rombongan ikut masuk, ada tempat di dalam terowongan itu yang agak sempit sementara jalannya ada yang licin berpasir. Saya sempat mengabadikan beberapa tempat didalam terowongan itu dengan kamera saya sebelum akhirnya kami keluar dengan aman. Didekat terowongan tersebut terdapat toko yang menjual cinderamata, dvd dan buku- buku tentang pariwisata di Turki, saya sempat membeli cd musik sufi Turki dua buah.

Blue Art Center

Blue Art Center

Sehabis dari Kaymakli Underground City rombongan menuju Han Restaurant untuk makan siang, seperti biasa menu adalah makanan khas Turki. Di restaurant ini saya sempat mengabadikan dengan kamera saya papan penunjuk toilet, yaitu Bay WC (WC Pria) dan Bayan WC ( WC Wanita ) yang kepergok oleh cewek bule sambil menggeleng- gelengkan kepalanya. Maksud saya memotret papan penunjuk toilet itu adalah untuk menghafal toilet pria dan toilet wanita agar tidak salah masuk, sambil menambah perbendaharaan kata-kata Turki. Kemudian rombongan dibawa ke Blue Art Center yang letaknya berdekatan Han Restaurant, untuk melihat tempat penjualan perhiasan khas Turki. Disana dijual macam-macam perhiasan dan batu permata yang bagus-bagus. Ternyata ada juga anggota rombongan yang membeli perhiasan di tempat itu.

Gerome Muzesi

Gerome Muzesi

Perjalanan dilanjutkan ke Goreme Muzesi yang merupakan sisa bangunan-bangunan gereja yang terdapat didalam batu alam dilengkapi dengan tempat misa yang sekarang ini dijadikan museum dan dibuka untuk umum. Ketika saya masuk ke salah satu gereja ini saya tidak diperbolehkan memotret, sehingga tidak bisa mengabadikan gambar yang menarik sekali di didindingnya gereja itu. Rombongan disuguhkan lanskap pegunungan bebatuan yang terletak di dataran paling tinggi di Cappadocia yang dikenal Uchisar Village, di tempat ini kita akan menikmati pemandangan yang menakjubkan yang jarang kita saksikan. Rombongan akhirnya turun kembali ke tempat pemberhentian bus untuk melanjutkan perjalanan yang melewati Fair Chimney, yaitu rumah dalam gua batu yang bentuknya lancip berderet tiga biji. Saya turun dari bus dalam jarak yang sedikit agak jauh dari gua batu itu untuk memotretnya dan saya sempat berfoto di tempat ini. Kemudian bus kami berjalan menjelajahi bukit bebatuan sambil sekali sekali berhenti dan memotret dengan backround batu yang berbentuk burung.

Sebelum menuju ke hotel tempat kami menginap, rombongan dibawa ke pabrik karpet yang dikenal Avanos Village. Ditempat ini dijual karpet- karpet dengan kualitas tinggi yang tentu saja harganya cukup mahal. Pegawai pabrik karpet ini melayani rombongan dengan baik dan nyaman sekali, sehingga ada anggota rombongan dengan susah payah melepaskan diri dari rayuan penjual karpet karena harganya cukup mahal. Saya terkesan dengan kegigihan penjual karpet ini dalam menawarkan dagangannya, banyak anggota rombongan yang tadinya mulai mencoba menawar harga karpet akhirnya mundur teratur dan duduk manis menyaksikan karpet-karpet berkualitas tinggi, akhirnya tidak ada anggota rombongan yang belanja di tempat ini.

Pabrik Karpet

Pabrik Karpet

Sehabis dari pabrik karpet rombongan menuju ke hotel tempat kami menginap malam itu, waktu kami datang hotel itu sudah dipenuhi tamu yang akan menginap. Setelah mendapat kamar masing-masing, saya langsung mandi dan berpakaian agar dapat segera makan malam, karena sehabis makan malam rombongan akan dibawa menonton pertunjukan tari sufi. Ruangan makan sudah penuh sesak oleh tamu hotel, selama beberapa hari tour di Turki ini baru kali ini saya melihat ruangan makan malam yang penuh dengan tamu hotel dari berbagai negara, makanan yang disajikan juga banyak dan beraneka ragam, sehingga suasananya meriah sekali.

Tari Sufi

Tari Sufi

Setelah makan malam, rombongan berangkat menuju tempat pertunjukan tari sufi yang bernama Harmandali. Harmandali ini merupakan bangunan bebatuan dimana tempat para penonton duduk di ruangan yang berbentuk lorong- lorong yang terdapat di sekeliling ruangan sementara tempat pertunjukan berada di tengah ruangan. Pada saat kami datang sudah banyak penonton yang berada di ruangan pertunjukan dan diatas meja sudah tersedia makanan kecil berupa kacang, makanan kecil lainnya, buah-buahan dan minuman. Akhirnya lampu mulai diredupkan dan satu persatu penari mulai memasuki ruangan pertunjukan. Kami larut dalam suasana semaraknya pertunjukan tarian sufi, mata tidak berkedip memandang tarian yang langka itu. Diakhir pertunjukan itu penari mengajak penonton untuk berpartisipasi ikut menari, sebagian penonton ikut menari termasuk Azka sang cucu kesayangan ikut menari. Akhirnya pertunjukan itu berakhir jam 22.00 malam dan anggota rombongan pun keluar ruangan pertunjukan untuk naik bus menuju hotel. Sebenarnya setelah pertunjukan itu masih ada pertunjukan lagi yang lebih seronok yaitu tarian perut lebih dikenal Belly Dance yang berlangsung sampai tengah malam, namun pemandu wisata tidak memasukkan ke acara tour kami dengan pertimbangan rombongan kami banyak yang berusia sudah tidak muda lagi dan bahkan ada anak dibawah umur. Akhirnya rombongan kembali ke hotel untuk beristirahat malam itu di Cappadocia .

Atmosfer Balloons

Atmosfer Balloons

Besoknya tepat jam 4.00 subuh sebagian rombongan yang akan ikut tour Atmosfer Balloons meninggalkan hotel menuju Han Restaurant untuk sarapan pagi, kemudian dilanjutkan ke tempat Atmosfer Balloons. Untuk ikut naik balon setiap orang harus membayar sebesar USD $ 220.–, oleh karena itu tidak semua anggota rombongan ikut acara ini karena harus mengeluarkan biaya tambahan. Sebelum take off kami berfoto bersama-sama dengan backround balon yang sedang dipersiapkan. Tepat jam 05.30 pagi kami terbang dinakodai oleh Pilot Gokhan Aydin dengan co pilotnya. Kami menyaksikan dengan takjub sunrise dan pemandangan bukit berbatuan yang berwarna kuning kemerahan di subuh yang segar itu. Saya langsung merekam suasana itu dengan kamera saya, betapa indahnya ciptaan Tuhan yang tidak akan terlupakan sepanjang hidup saya. Kami menjelajah diatas bukit bebatuan dengan balon sambil memotret bayang-bayang balon yang diterpa cahaya mata hari yang berpendar-pendar dan hinggap di pinggir bukit bebatuan. Setelah puas melayang-layang diatas Cappadocia, pilot pun mengarahkan balon ke pangkalan semula. Kami mendarat dengan selamat, satu persatu anggota rombongan turun dan bersulang sebagai tanda sukses mengangkasa dengan balon di pagi itu. Setiap anggota rombongan akhirnya mendapat sertipikat telah ikut Atmosfer Balloons sambil berfoto dengan sang pilot. Acara Atmosfer Balloons pun selesai dan kami kembali ke hotel untuk bergabung dengan anggota rombongan lain.

Pengrajin Keramik Cappadocia

Pengrajin Keramik Cappadocia

Setelah sarapan rombongan check out dari hotel untuk melanjutkan perjalanan menuju Ankara dan Bolu. Namun sebelum meninggalkan Cappadocia rombongan dibawa ke Vanessa Seramic, yaitu tempat pembuatan keramik letaknya berdekatan dengan Han Restaurant dan Blue Art Center yang telah kami kunjungi kemaren. Sesampai di Vanessa Seramic kami langsung menyaksikan acara demo pembuatan keramik oleh pegawai Vanessa Seramic, kemudian kami di salah satu ruangan terdapat beberapa pegawai sedang melukis dan member warna keramik, terlihat sekali proses pengerjaanya yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Di ruangan showroom keramik terdapat Aneka macam keramik Khas Turki yang bagus-bagus, anggota rombongan mulai menyerbu hasil kerajinan Turki itu, banyak juga yang membeli keramik sementara istri saya membeli dua buah keramik seharga 30 Lira. Kunjungan ke Vanessa Seramic merupakan acara terakhir di Cappadocia setelah itu rombongan langsung berangkat menuju Ankara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calendar

December 2013
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Recent Posts

Instagram

Seoul, South Korea
#seoul #southkoreatrip #korea #station Stasiun Kampung Bandan, Jakarta
#stasion #stasiunkereta #jakarta #stasiun #keretaapi Ondel-ondel is Indonesian Culture
#ondelondel #instagram #streetphotography #japan # odaiba # #tokyo🇯🇵 #jepang Uluwatu - Bali, 2006
#bali #uluwatu Kawah Putih, Ciwidey, West Java
#ciwidey #kawahputihciwidey #bandung

Blog Stats

  • 12,300 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4 other followers

%d bloggers like this: