KATA READONE

Home » Traveling » Perjalanan Menuju Konya

Perjalanan Menuju Konya

Pada saat sarapan pagi di Hotel Baia Kota Bursa anggota rombongan kelihatan lebih segar setelah beristirahat semalam, disisi kanan ruangan makan di Lantai R hotel itu terhampar pemandangan yang indah yaitu gunung dan perbukitan. Makanan yang menarik bagi saya di pagi itu adalah bubur campur telor yang berwarna kuning, madu saya campur dengan buah zaitun yang rasanya manis bercampur asin, lumayan untuk menambah kekuatan tubuh saya setelah melakukan perjalanan jauh sehari semalam sejak berangkat dari Jakarta. Perjalanan kami dikota Bursa berakhir di pagi itu, selanjutnya rombongan akan menuju ke kota Konya yang akan memakan waktu lebih kurang enam jam perjalanan.

Rest Area Omur Dinlenme Tesisleri

Rest Area Omur Dinlenme Tesisleri

Tepat jam 7.30 waktu setempat rombongan berangkat meninggalkan Bursa, terjadi keterlambatan sedikit karena menunggu salah seorang anggota rombongan yang ketinggalan barang. Konya dikenal sebagai daerah pertanian yang menghasilkan buah zaitun, sehingga sepanjang perjalanan banyak terlihat pohon zaitun yang berbuah sekitar bulan Oktober. Saat itu awal musim panas udaranya terasa kering sedangkan pada malam hari dingin sekali, sementara di Turki Timur udaranya masih terasa sejuk dan masih ada sedikit salju. Musim dingin berlangsung dari bulan Januari sampai bulan Maret sedangkan musim semi berlangsung sekitar bulan April sampai Mei. Dalam perjalanan pemandu wisata menuturkan bahwa bunga tulip aslinya berasal dari Turki kemudian oleh Sultan Osmani bunga tulip dihadiahkan ke kerajaan-kerajaan di Eropah dan ternyata cocok dengan cuaca dan tanah disana sehingga ditanam di Eropah dan terkenal di Belanda. Setiap makan di Turki sering dihidangkan roti dan yoghurt karena roti dan yoghurt merupakan makanan utama di Turki yang banyak mengandung calsium.

Pemberhentian pertama dalam perjalanan ini adalah di Rest Area Omur Dinlenme Tesisleri, kesempatan ini di gunakan oleh anggota rombongan untuk ke toilet, belanja makanan kecil dan souvenir, saya menyempatkan membeli kacang merek Tadim yang rasanya lumayan gurih. Perjalanan kemudian dilanjutkan namun tidak berapa lama kemudian bus berhenti dan sopir diperiksa polisi untuk melihat berapa kecepatan bus setiap 2 km. Hal ini sehubungan dengan Turki mendaftar menjadi anggota Uni Eropah yang sampai saat ini belum ada keputusan, sehingga segala sesuatunya harus disesuaikan dengan standar eropah termasuk tata cara berlalu lintas. Dalam perjalanan ini untuk membunuh rasa bosan, pemandu wisata mengajak anggota rombongan bermain bingo, siapa yang menang di kasih hadiah yang menarik yaitu kipas dan kacamata.

Penjual Es Krim Di Depan Restoran Kirazubache

Penjual Es Krim Di Depan Restoran Kirazubache

Tanpa terasa kami memasuki kota Eskisehir, rumah- rumah di kota ini menyesuaikan dengan rumah tahan gempa, hal ini terkait pengalaman Turki yang pernah dilanda gempa yang cukup dahsyat beberapa tahun lalu yang meminta korban yang cukup lumayan banyak. Banyak penduduk kota ini yang membeli apartemen yang sudah disesuaikan dengan standar Eropah dan tahan gempa. Di kota ini terdapat universitas yang cukup besar yang punya program belajar jarak jauh.

Rombongan berhenti untuk makan siang di Restaurant Kirazlibache, menu siang itu adalah kebab khas Konya yang disebut Eli ekmegi ve firin yaitu roti yang diiris tipis-tipis yang ditaburi daging cincang yang dibakar, nasi, ayam, soup, jeruk. Tidak banyak yang bisa saya gambarkan tentang restoran ini, yang pasti ini adalah restoran khas Turki yang juga kedatangan rombongan wisatawan dari Jepang saat itu. Waktu keluar restoran ini kami melihat penjual ice cream di halaman restoran ini yang melayani pembelinya dengan atraktif dan lucu sekali sehingga pembeli tertawa menyaksikannya.

Mevlana Muzesi

Mevlana Muzesi

Tidak berapa lama setelah meninggalkan restoran tadi bus berhenti, pemandu wisata turun dan pergi ke kebun chery yang ada di pinggir jalan untuk membeli buah chery sebagai hadiah untuk anggota rombongan dalam perjalanan ini, kamipun menikmati buah chery yang rasanya manis. Sambil menikmati manisnya buah chery anggota rombongan disuguhin kisah sufistik yang terkenal dari daerah ini yaitu cerita Nasruddin Hoja. Cerita Nasruddin Hoja menggambarkan tokoh kocak, berani dan inspiratif yang terkenal di seluruh dunia khususnya di negara-negara berpenduduk muslim. Sebelum memasuki kota Konya jarang ditemui pepohonan, yang kami saksikan adalah bukit berbatu yang tandus dengan suhu lebih kurang 37 derajat celcius. Rombongan sampai di kota Konya jam tiga siang, Konya merupakan kota industri yang memproduksi onderdil / spare part.

Diorama Di Mevlana Muzesi

Diorama Di Mevlana Muzesi

Perjalanan kami berlanjut ke Mevlana Muzesi, di halaman museum yang dibuka sejak tahun 1926 ini dipenuhi oleh aneka bunga mawar yang ditanam di kompleks museum ini, di musim semi bunga mawar ini akan mekar menghiasi seluruh areal museum ini. Disisi kanan museum terdapat makam Jalaluddin Rumi seorang tokoh sufi Maulana yang terkenal dengan karya kitab cintanya, masnavi dan tarian kerohanian. Saat mengunjungi makam ini kita melewati antrian yang cukup panjang karena begitu ramainya pengunjung saat mengelilingi makam ini. Di bagian kiri museum terdapat ruangan berupa diorama yang menggambarkan adegan Rumi sedang berdiskusi dengan sahabatnya. Dalam museum itu juga terdapat koleksi masnavi Alquran, dan sebuah kotak kaca yang di percaya oleh penduduk setempat berisi jenggot Nabi Muhammad saw.

Masjid Alaeddinkeykubad Camii

Masjid Alaeddinkeykubad Camii

Bus yang membawa rombongan akhirnya menuju masjid Alaeddin Keykubad Camii, tempat ini kami capai dari tempat pemberhentian bus dengan berjalan kaki melintasi jalan raya di kota Konya. Lalu lintasnya berjalan berjalan dengan teratur sekali sementara di pinggir jalan lewat trem yang datang dan pergi secara berganti dengan teratur sekali. Hal ini menimbulkan rasa iri juga di hati saya membandingkan lalu lintas yang ada di negara sendiri. Dihadapan masjid itu terdapat taman yang luas sekali dan hijau dipenuhi bunga. Konon masjid ini berdiri sejak pemerintahan Kekhalifahan Seljuk sekitar tahun 1155 -1220. Di halaman masjid ini rombongan sempat beristirahat sambil mengambil beberapa foto. Kemudian saya dan anggota rombongan lain memasuki masjid ini dan melaksanakan Shalat Dzuhur yang dijamak dengan Shalat Ashar karena waktu kami sampai di masjid ini sudah masuk waktu Ashar.

Kunjungan di masjid itu berakhir dan rombongan akhirnya menuju Hotel Ozkaymak tempat menginap kami malam itu. Hotel itu terletak di pusat kota, diseberang hotel itu terdapat sebuah mall. Sehabis check in sebagian anggota rombongan dengan diantar pemandu wisata pergi ke mall, sementara saya karena terlalu capek tidak ikut dan beristirahat di hotel. Sambil menunggu makan malam dan kembalinya anggota rombongan dari mall, seperti biasanya yang saya lakukan pertama kali adalah ngecas kamera dan hand phone dan sempat browsing dengan menggunakan Wi Fi hotel. Pada saat makan malam anggota rombongan berkumpul kembali, malam itu salah seorang anggota rombongan meminta bantuan saya untuk mengecek kameranya yang sejak kedatangan di Istanbul macet dan tidak bisa digunakannya, akhirnya saya tidak bisa juga memperbaiki kamera itu. Malam itu tidak ada acara lagi dan kamipun beristirahat di Hotel Ozkaymak Konya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calendar

November 2013
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Recent Posts

Instagram

Kawah Gunung Tangkuban Perahu, 2008.
#tangkubanperahu #bandung Windmill
#europe #netherlands  #weesp #windmill #windmills #thingstodoamsterdam Angklung 
#traditionalmusic #indonesia Weesp, Nethetlands
#europe #netherlands #amsterdam #weesp #thingstodoamsterdam Rumah Makan Sea Food, Sungai Kakap, Pontianak, Mei 2005.
#pontianak #kuliner #kalbar Qurban 1438 H
#eidmubarak

Blog Stats

  • 13,495 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: