KATA READONE

Home » Traveling » Perjalanan Menuju Bursa

Perjalanan Menuju Bursa

Akhirnya pesawat Turkish Airlines mendarat dengan mulus di Istanbul Ataturk Airport (IST) sekitar jam sepuluh pagi Waktu Turki Istanbul, cuaca cerah menyambut rombongan kami tanggal 18 Juni 2013 itu. Perjalanan dari Jakarta yang kami tempuh selama lebih kurang empat belas jam masih menyisakan kantuk. Rombongan yang berjumlah sekitar 30 orang terdiri dari pasangan suami istri yang boleh dibilang tidak muda lagi, ada yang membawa anak dan cucu. Pada saat mengantri di imigrasi rombongan mulai terpecah sesuai dengan antrian yang mereka ikuti di masing-masing counter. Pada saat mengantri itu kira-kira dua meter dibelakang saya ikut mengantri seorang kulit hitam yang berbadan tinggi besar dengan mengeluarkan desah napas yang menggelegar dan bau mulut yang tidak sedap. Saya cukup terganggu juga, tapi kemudian antrian kami jadi terpisah dengan orang itu karena dibukanya antrian baru, orang tersebut langsung masuk antrian baru itu dan ternyata dia lebih dahulu menyelesaikan urusan imigrasinya dari saya.

Istanbul Ataturk Airport (IST)

Istanbul Ataturk Airport (IST)

Sebelum mengambil bagasi, rombongan singgah di money changer untuk menukar USD dollar dengan mata uang Lira Turki, karena mata uang Lira susah sekali diperoleh di tanah air. Setelah bagasi diturunkan rombongan mulai mengambil troli pengangkut koper, ternyata tidak dapat diambil begitu saja karena dirantai, setiap orang harus memasukkan uang koin satu lira ke dalamnya sebagai deposit. Troli itu dapat dikembalikan oleh penumpang pada tempatnya dan uang satu lira dapat diambil kembali, bagi penumpang yang tidak mengembalikan troli ke tempatnya maka uang satu lira tidak dapat diambil kembali dan petugas bandara akan meletakkan troli itu kembali ke tempatnya. Sebelum naik bus, Abby pemandu wisata yang membawa kami dari Jakarta memperkenalkan seorang anak muda sebagai pemandu wisata asal Turki, yang kemudian mengarahkan rombongan ke sebuah bus yang sudah dipersiapkan untuk mengangkut rombongan. Di dalam bus, pemandu wisata tadi memperkenalkan diri dengan nama Ramazan Goden yang fasih berbahasa Indonesia karena dia pernah belajar bahasa Indonesia di Jogyakarta selama empat bulan.

Marmara Cruise

Marmara Cruise

Tour hari pertama di Turki dimulai dengan perjalanan naik bus dari kota Istanbul yang terletak di bagian Eropah menyeberang melalui Jembatan Bosphorus ke Kota Istanbul yang terletak di bagian Asia, kemudian menyeberang Laut Marmara dengan menggunakan Marmara Cruise. Diatas Marmara Cruise rombongan sempat belanja oleh-oleh dan cemilan untuk persiapan dalam perjalanan dan ternyata ada juga yang jual pop mie, sehingga banyak juga yang memesan sekedar mengganjal perut yang sudah mulai keroncongan. Perjalanan menuju kota Bursa ditempuh dengan bus lebih kurang satu setengah jam perjalanan. Bursa merupakan kota keempat terbesar di Turki setelah Istanbul, Ankara, Izmir.

Sampai di Bursa sudah tengah hari, rombongan langsung dibawa ke sebuah rumah makan khas Turki untuk makan siang yaitu Yuce Hunkar Restaurant. Menu siang itu adalah kebab berupa daging yang di iris tipis-tipis dicampur dengan tomat, salad yang terdiri dari tomat dan ketimun dicampur daun mint diberi minyak zaitun, yang rasanya tidak seperti salad di Indonesia yang biasanya dicampur mayonnaise dan thousand island, disamping itu tentu tidak ketinggalan roti dan sop.

Green Mosque

Green Mosque

Saat mengunjungi Green Mosque yang letaknya berdampingan dengan rumah makan tadi, kesan pertama melihat masjid ini dari luar tidak begitu ramai, namun setelah masuk ke dalamnya memang lagi sepi. Masjid ini bergaya arsitektur Ottoman, ruangan dalam masjid ini tidak terlalu besar seperti masjid terkenal lainnya di Turki, dindingnya di dominasi oleh marmar berwarna hijau. Beberapa sudut masjid ini terdapat kaligrafi dan ornamen-ornamen yang berwarna biru, kuning keemasan dan hitam, yang memberikan nuansa khusus bagi pengunjung.

 

Green Tomb

Green Tomb

Begitu melewati sebuah toko sutera yaitu Silk House rombongan mulai terpecah, sebagian besar anggota rombongan langsung memasuki Silk House sedangkan sebagian kecil rombongan menuju ke Green Tomb. Menurut pemandu wisata Green Tomb dibangun atas permintaan Sultan Mehmet Celebi, di dalamnya terdapat makam Sultan Mehmet Celebi bersama beberapa anak perempuannya dan pengasuhnya. Ruangan dalam Green Tomb ini didominasi oleh warna hijau dan sekeliling didindingnya terdiri dari ubin berwarna biru dicampur dengan kuning keemasan dan dilengkapi dengan kaligrafi yang berwarna biru dan kuning keemasan. Beberapa makam yang terdapat disana juga dihiasi kaligrafi dengan warna yang sama.

Sesampai di Silk House kami bergabung kembali dengan anggota rombongan lainnya yang telah memulai ritual shoppingnya. Silk House khususnya tempat menjual pakaian berbahan sutera khas Turki, namun disana juga banyak sekali dijual kerajinan- kerajinan khas Turki lainnya bahkan kerajinan yang berasal dari negara lainpun ada disana. Silk House merupakan tempat belanja pertama yang kami kunjungi, banyak juga anggota rombongan yang mulai berbelanja di tempat ini.

Great Mosque

Great Mosque

Kunjungan berikutnya pada hari pertama ini kami dibawa mengunjungi Great Mosque atau disebut juga Ulu Camii. Great Mosque lebih ramai dan lebih hidup dibandingkan Green Mosque, saat memasuki halaman masjid ini suasana ramai sudah terasa, masjid ini disamping tempat ibadah juga berfungsi sebagai tempat bersosialisasi para warga, disamping masjid ini dijumpai toko- toko yang menjual cindera mata dan keperluan sehari- hari. Memasuki masjid ini kita akan disuguhi kaligrafi yang sangat menarik yang menghiasi dindingnya, suasana didalam masjid ini cukup ramai, banyak warga membawa keluarganya sekedar duduk-duduk dan bermain sepanjang hari. Setelah mengunjungi setiap sudut masjid ini kami sempat melaksanakan Shalat Dzuhur yang dijamak dengan Shalat Ashar, pada saat berwuduk didalam masjid ini airnya sangat dingin sekali seperti es. Setelah berkeliling dan mengambil beberapa foto saya meninggalkan masjid ini dengan membawa kesan yang cukup medalam. Saat berada diluar masjid saya membeli sejenis roti dari penjual makanan khas Turki yang menjual roti yang ditaburin dengan wijen, liat sekali digigit dan rasanya tawar serta asing untuk lidah orang Indonesia, roti ini dikenal dengan nama roti simit.

Kafe Dekat Hotel BAIA

Kafe Dekat Hotel BAIA

Akhirnya rombongan menuju Hotel Baia tempat menginap malam itu yang letaknya sedikit agak jauh dari pusat kota namun nyaman dan dekat ke daerah bisnis dan pusat perbelanjaan. Disamping Hotel Baia terdapat mal, outlet, serta tempat kuliner Khas Turki dan Mc Donald. Setelah pembagian kamar, pemandu wisata mengumumkan bahwa makan malam akan dimulai pada jam lima sore waktu setempat, saat itu sebenarnya masih terang benderang dan belum malam karena jam lima sore itu adalah memang waktu makan malam. Sambil menunggu makan malam tiba, saya sempat browsing menggunakan Wi Fi hotel sambil membetulkan setingan kamera. Saat makan malam kami disuguhkan aneka makanan khas Turki, yang pasti tidak ketinggalan roti dan sop.

Selesai makan malam anggota rombongan masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat, namun saya bersama istri tanpa sepengetahuan pemandu wisata dan anggota rombongan lain ngeloyor keluar hotel. Kami berjalan menuju Mall yang terletak di sebelah hotel, sebelum sampai di Mall saya masuk ke sebuah toko swalayan yang menjual perjalanan elektronik, komputer dan hand phone. Saya ingin membeli Power Bank, setelah berkomunikasi dengan pelayan toko tersebut ternyata dia tidak bisa berbahasa Inggris sehingga komunikasi tidak nyambung , saya coba memakai bahasa tarzan ternyata tidak nyambung juga, akhirnya toko swalayan itu kami tinggalkan. Kami memasuki Mall yang suasananya sepi pengunjung, kami berkeliling keluar masuk toko yang banyak menjual barang-barang import dan barang-barang buatan Turki. Tidak lama berada di Mall itu akhirnya kami kembali ke hotel untuk beristirahat, tour hari pertama di Turki kami menginap di kota Bursa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calendar

October 2013
M T W T F S S
« May   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Recent Posts

Instagram

Kawah Gunung Tangkuban Perahu, 2008.
#tangkubanperahu #bandung Windmill
#europe #netherlands  #weesp #windmill #windmills #thingstodoamsterdam Angklung 
#traditionalmusic #indonesia Weesp, Nethetlands
#europe #netherlands #amsterdam #weesp #thingstodoamsterdam Rumah Makan Sea Food, Sungai Kakap, Pontianak, Mei 2005.
#pontianak #kuliner #kalbar Qurban 1438 H
#eidmubarak

Blog Stats

  • 13,495 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: