KATA READONE

Home » Traveling » Semalam Di Singapura

Semalam Di Singapura

Keberangkatan ke Singapura kali ini cukup mendadak  dan diluar rencana untuk keperluan menjenguk keluarga yang sedang dirawat disana. Berangkat hari Sabtu bersama istri dan saudara dengan menumpang pesawat Lion Air jam 08.20 WIB akhirnya membawa saya ke negeri singa itu untuk kesekian kalinya. Cuaca cerah saat roda pesawat menyentuh landasan Bandara Changi  Singapura  diakhir bulan Agustus 2013 itu. Pertama kali menginjakkan kaki di Singapura sekitar tahun 1998 tiga bulan sebelum krisis moneter, kemudian dilanjutkan dengan beberapa kali kunjungan dan terakhir pada tahun 2008. Selama ini berangkat ke Singapura selalu lewat Batam kemudian dilanjutkan dengan menaiki ferry dari Batu Hampar  atau Batam Center menuju Harbourfront di Singapura. Pernah dua kali saya merasakan Bandara Changi yaitu ketika transit saat berangkat dan pulang dari Turki, sehingga saya belum mengenal Changi secara menyeluruh. Oleh karena itu kunjungan kali ini ke Singapura juga untuk melepaskan penasaran saya melihat Bandara Changi.

Bugis Street, Singapore

Bugis Street, Singapore

Saya belum dapat menikmati Changi secara utuh pada saat mendarat, setelah urusan imigrasi selesai dan tidak ada bagasi yang harus diambil kami langsung naik taksi menuju Hotel Ibis Singapore Bencoolen di daerah Bugis. Pada saat check in tamu hotel tersebut cukup ramai karena hari itu adalah weekend, sebagian tamu hotel berasal dari Indonesia dan tamu lainnya berasal dari berbagai negara. Setelah mendapat kamar di Lantai 8, saya amati sekeliling hotel kami terdapat beberapa apartemen dan bangunan lainnya dan langsung saya ambil foto-fotonya lewat jendela kamar. Kesan saya melihat daerah Bugis tidak ada perobahan yang menyolok dibandingkan dengan saat saya berkunjung ke Singapura beberapa tahun lalu, suasana dan kesibukannya tetap sama. Perjalanan kami di daerah Bugis di mulai dengan mengunjungi Bugis Street yang letaknya diseberang Bugis Junction, tempat cindera mata dan barang-barang yang relatif murah ditawarkan kepada pengunjung. Setelah berkeliling disekitar Bugis dan mengambil beberapa foto disekitarnya, perutpun mulai keroncongan dan untuk menghemat waktu kami makan siang di Restoran cepat saji MC Donald, sebelum makan siang saya sempat membeli juice seharga SGD$ 1 yang cukup banyak dijual di tempat itu.

Orchad Road, Singapore

Orchad Road, Singapore

Selesai makan siang perjalanan pun dilanjutkan ke Bugis MRT Station yang terlihat ramai, setiap berada di Stasiun MRT saya selalu tertarik memperhatikan mobilitas penumpang MRT yang sangat tinggi dan kedatangan MRT yang sangat teratur dan lancar sekali sehingga kalau terjadi penumpukan penumpang pada jam-jam sibuk berlangsung tidak terlalu lama. Tujuan kami disiang itu adalah Orchad Road sekedar melihat pusat perbelanjaan tersebut setelah beberapa tahun tidak berkunjung ke tempat ini. Waktu pertama kali datang ke tempat ini Orchad masih merupakan sorga belanja tapi sekarang sudah tidak lagi, karena barang-barang kualitas import yang banyak dijual di tempat ini sudah banyak kita temukan di Jakarta dengan harga yang sama bahkan lebih murah. Setelah berjalan menyusuri Orchad Road akhirnya kami duduk santai di pinggir trotoar disamping Takashimaya sambil melihat pertunjukan seorang kakek tua memperlihatkan keterampilannya memutar-mutar sebuah alat permainan dengan menggerakkan badannya untuk mengundang perhatian kami. Tak jauh dari tempat duduk kami terdapat penjual eskrim yang dilapisi sepotong roti tawar seharga SGD$ 1 seporsi dan saya pesan tiga porsi untuk kami bertiga, ternyata eskrim itu cukup enak dan kami menikmatinya disiang yang cukup panas itu. Sebenarnya ada beberapa penjual eskrim dengan merek yang berbeda disekitar Orchad tersebut namun disiang itu kami menikmati eskrim dengan merek Walls. Setelah minum eskrim saya teringat alamat Hard Rock Cafe Singapore yang saya lihat di internet sebelum berangkat yang letaknya tidak jauh dari Orchad yaitu di Cuscaden Road. Menyusuri trotoar beberapa blok dari Takashimaya kemudian below kiri akan kita jumpai Cuscaden Road dan sebelah kiri jalan kita akan sampai di Hard Rock Cafe Singapore, niatnya bukan untuk makan dan minum di cafe tersebut tetapi hanya untuk membeli souvenir khas Hard Rock Cafe untuk dikoleksi.

Hard Rock Cafe, Singapore

Hard Rock Cafe, Singapore

Sehabis dari Hard Rock Cafe kami kembali menuju Orchad Road sambil mengambil beberapa foto dan singgah di beberapa outlet. Saat itu sudah jam 15.00 WS dan kami langsung menuju Orchad MRT Station meneruskan perjalanan menuju Haw Par Villa MRT Station untuk menjenguk Saudara yang lagi dirawat dan tinggal di apartemen daerah Pasir Panjang sekitar tiga ratus meter dari Haw Par Villa MRT Station. Sampai di apartemen jam 17.00 WS, kami jumpai saudara yang sakit sudah semakin baik kondisinya senang juga hati melihat kemajuan pengobatannya sehingga diharapkan tidak lama lagi dapat kembali ke Jakarta.Tanpa terasa kami berada di apartemen itu sampai jam 21.00 Malam, setelah ngobrol kesana kemari akhirnya kembali ke Hotel Ibis di Banceloor Road dengan menaiki taksi. Sebelum masuk hotel kami sempat makan malam dekat hotel, untuk hari itu selesai perjalanan kami di Singapura. Di kamar hotel yang pertama saya lakukan adalah mencas hand phone dan kamera untuk persiapan besok. Sambil menonton Channel 5 TV Singapura saya mulai browsing dengan menggunakan WI FI hotel, lumayan juga bisa menjelajah alam maya lagi lewat internet setelah terhenti sejak kedatangan di Singapore.

Merlion Park, Singapore

Merlion Park, Singapore

Besoknya setelah sarapan pagi kami naik MRT menuju Raffles, kami mulai menikmati udara pagi dengan menjelajah Merlion Park berjalan kaki. Sepanjang perjalanan di Merlion Park saya gunakan untuk memotret disekitar tempat itu sambil menikmati pemandangan disekitarnya , tidak ketinggalan kami sempat istirahat disekitar patung Merlion itu. Saat berada di Merlion Park tiba-tiba saya melihat penjual eskrim seperti di Orchad kemaren, tanpa membuang waktu langsung saya pesan tiga porsi tetapi harganya lebih mahal dibandingkan yang kemaren yaitu SGD$ 1.20 seporsi, karena saking sukanya saya menambah satu porsi lagi. Mengingat paling lambat jam 1.00 siang kami harus check out dari hotel, kamipun langsung menuju Hotel Ibis, namun karena masih ada waktu sebelum check out kami sempat mengunjungi Bugis Junction hanya untuk window shopping saja. Tepat jam 1.00 siang kami check out dari Hotel Ibis yang kebetulan hotel itu bakal kedatangan rombongan besar sehingga kamar hari itu sudah penuh.

Marina Bay Sands, Singapore

Marina Bay Sands, Singapore

Menjelang keberangkatan pesawat jam 18.50 WS kami masih punya kesempatan terakhir untuk mengunjungi tempat menarik di Singapura, pilihan akhirnya jatuh ke daerah Marina, karena disana ada tempat baru yang belum pernah saya kunjungi yaitu Marina Bay Sands. Marina Bay Sands merupakan tempat wisata terpadu seluas lebih kurang 20 hektar yang meliputi hotel, restoran, pusat perbelanjaan, museum, teater, tempat pertemuan dan pameran, sky park, kasino dan lain-lain. Hari itu kami hanya mengunjungi pusat perbelanjaannya yang mewah dan banyak outlet merek terkenal dunia disana. Kami menyusuri pusat perbelanjaan itu dari lantai bawah sampai lantai atas, sambil memotret perahu yang menyusuri kanal buatan yang membelah lantai dasar pusat perbelanjaan itu. Tanpa sengaja kami menemukan food court di lantai dasar yang menyajikan masakan Padang , kami memutuskan untuk makan siang di tempat itu dan pilihan jatuh pada cincang daging sapi yang dapat memuaskan selera makan saya setelah tidak merasakan makan enak kemaren dan tadi pagi. Perjalanan kami di pusat perbelanjaan itu berakhir setelah kami melihat pintu masuk ke kasino, setelah itu kami keluar menuju ke tempat antrian taksi. Namun sebelum meninggalkan pusat perbelanjaan itu saya melihat kerumunan fotografer sedang memotret beberapa model yang khusus disediakan untuk pengunjung, setelah mempelajari situasi saya langsung saja memainkan kamera ikut memotret model itu.

Perjalanan ke Bandara Changi dengan taksi kami tempuh sekitar setengah jam, kesan saya dari luar saat memasuki kawasan bandara itu biasa saja tidak terlihat sesuatu yang istimewa atau mungkin saat itu saya tidak melewati areal yang menarik diluar bandara itu, namun setelah melihat bagian dalam bandara itu ternyata bagus sekali. Pada saat memasuki Terminal 3 sopir taksi sibuk menanyakan tempat check in untuk pesawat Lion Air, ternyata kamipun salah informasi Lion Air berada di Terminal 1, namun kami tetap saja turun di Terminal 3 itu. Akhirnya kami menggunakan skytrain secara gratis untuk pindah ke Terminal 1, satu lagi kecanggihan dan kemudahan transport saya rasakan di Bandara Changi . Urusan imigrasi berlangsung tidak lama, saya ingin melihat Changi dari dalam karena pesawat kami baru berangkat jam 18.50 WS.

Kinetic Rain, Changi Airport

Kinetic Rain, Changi Airport

Sambil menunggu keberangkatan pesawat yang delay setengah jam menjadi 19.20 WS, kami punya waktu yang cukup untuk melihat bagian dalam bandara yang nyaman dan indah itu. Pada saat menaiki eskalator menuju tempat check in ada pemandangan yang menarik perhatian saya yaitu Kinetic Rain, yaitu lempengan perunggu yang dipahat berbentuk tetesan air hujan, yang bergerak dan bentuknya berubah-ubah mengikuti irama yang sudah diatur. Sejenak saya menikmati Kenetic Rain ini sambil melihat pergerakannya yang cukup menarik , tentu saja saya abadikan momen itu dengan iphone saya.

The Social Tree, Changi Airport

The Social Tree, Changi Airport

Setelah check in kami memasuki ruangan dalam bandara itu yang didominasi hamparan karpet berwarna merah, outlet demi outlet yang menawarkan barang-barang dengan merek terkenal kami kunjungi sekedar cuci mata saja. Tidak lupa kami singgah di counter makanan untuk membeli cokelat sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke Indonesia. akhirnya kamipun mencari tempat duduk untuk beristirahat, namun belum sempat duduk mata saya tertuju kepada sebuah benda yang berbentuk sebuah pohon elektronik yang dikenal The Social Tree yang ada di Terminal 1 itu. The Social Tree merupakan alat dimana setiap pengguna bandara dapat mengunggah foto maupun video ke akun media sosial yang dapat ditampilkan dilayar besar yang berbentuk 360 derajat terdiri dari 64 buah televisi berukuran 42 inci, sehingga secara keseluruhan The Social Tree itu memberi kesan seperti sebuah pohon. Setiap foto dan video yang diunggah dapat disimpan bertahun-tahun yang nantinya berfungsi sebagai kotak kecil memori digital, untuk kenang-kenangan bagi pengunjung yang sering menggunakan Bandara Changi.

Pintu ruang tunggu bandara mulai dibuka pertanda penumpang dipersilakan memasuki ruang tunggu keberangkatan, kamipun menuju ruang tunggu itu dengan menaiki eskalator. Akhirnya perjalanan sehari semalam di Singapura berakhir, menjelang keberangkatan pesawat saya menyadari, bahwa Bandara Changi yang saya kunjungi adalah baru terbatas di Terminal 1, saya belum mengunjungi Terminal 2 dan Terminal 3 secara menyeluruh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calendar

October 2013
M T W T F S S
« May   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Recent Posts

Instagram

Kawah Gunung Tangkuban Perahu, 2008.
#tangkubanperahu #bandung Windmill
#europe #netherlands  #weesp #windmill #windmills #thingstodoamsterdam Angklung 
#traditionalmusic #indonesia Weesp, Nethetlands
#europe #netherlands #amsterdam #weesp #thingstodoamsterdam Rumah Makan Sea Food, Sungai Kakap, Pontianak, Mei 2005.
#pontianak #kuliner #kalbar Qurban 1438 H
#eidmubarak

Blog Stats

  • 13,495 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: