KATA READONE

Home » Catatan Harian » Hotel Palestina

Hotel Palestina

 

Pada tahun 2007 saya dan istri mendapat kesempatan melaksanakan Ibadah Haji ke Tanah Suci, pemondokan kami terletak di daerah Misfalah tepatnya di Al-Shareef Loulouat Hotel . Jarak antara tempat pemondokan dengan Masjidil Haram lebih kurang tujuh ratus meter, yang dapat di tempuh dengan berjalan kaki setiap kami melaksanakan sholat. Setiap hari kami akan melewati daerah pertokoan dan hotel-hotel yang tersebar disepanjang jalan Misfalah. Selama berada di Mekah saya dan istri memilih makan diluar dari pada memasak sendiri di tempat pemondokan seperti yang dilakukan oleh jemaah lain yang satu rombongan dengan kami. Setiap pagi, siang dan malam setelah melaksanakan shalat di Masjidil Haram, kami langsung mencari Rumah Makan Indonesia yang tersebar disekitar kota Mekah, biasanya kami mencari makanan disekitar Masjidil Haram dan daerah Misfalah. Pertama kali di Mekah kami makan di rumah makan Pakistan yang letaknya tidak jauh dari Masjidil Haram, karena hari sudah agak malam kami mencoba makan roti cane saat itu. Dihari-hari berikutnya kami lebih sering makan di rumah makan Andalus tidak jauh dari Hotel Hilton, Si Doel Restaurant di daerah Misfalah.

Al-Shareef Loulouat Hotel

Al-Shareef Loulouat Hotel

Sehabis sholat subuh biasanya kami singgah di pertokoan yang ada dekat Masjidil Haram membeli donat dan kebab kesukaan kami dan minum teh susu seharga 2 riyal, setelah itu kembali ke pemondokan sambil melihat-lihat barang di pertokoan yang terdapat di sepanjang jalan Misfalah.Sekitar jam 7.30 biasanya kami keluar dari tempat pemondokan dan sarapan pagi di Si Doel Restaurant, sementara itu jemaah lain sibuk memasak makanan untuk sarapan pagi di pemondokan. Sehabis sholat dhuhur biasanya kami langsung mencari makanan disekitar Masjidil Haram, diawal kedatangan di Mekah kami sering makan di Rumah Makan Andalus dan di rumah makanan Indonesia lainnya di sekitar Marwah. Begitu juga setelah sholat isa kami langsung mencari makanan disekitar Masjidil Haram atau di daerah Misfalah. Demikianlah tempat makan yang kami kunjungi di minggu pertama saat kedatangan kami di kota Mekah, hari demi hari kami semakin mengenal kota Mekah terutama dearah di sekitar Masjidil Haram, sehingga tempat lain dapat kami kunjungi untuk makan pagi, siang dan malam. Kami sering mencicipi kebab di Pasar Seng, biasanya istri saya akan memesan kebab yang isinya daging ayam, sedangkan saya sering memesan kebab yang isinya daging kambing yang dijual seharga 4 riyal. Saat tertentu kami bosan dengan makanan yang kami cicipi setiap hari, akhirnya untuk pertama kalinya kami masuk ke sebuah pusat perbelanjaan yang baru saja dibuka pertokoannya, sedangkan kamar-kamar hotelnya masih dalam taraf finishing dan belum dipakai untuk menampung jemaah haji. Di food courtnya kami dapat mencicipi salad, sambil memperhatikan sepasang jemaah haji yang berasal dari Mesir bersama dua orang anaknya yang masih kecil yang terlihat lucu sekali dengan  pakaian ihramnya.

Suatu hari sehabis sholat dhuhur kami berjalan disekitar Misfalah menuju ke pemondokan, tiba-tiba dari dalam sebuah hotel seorang yang berparas Arab memanggil kami, Indonesia……….Indonesia kesini……kesini! ,katanya. Dengan perasaan ragu kamipun masuk kedalam hotel itu, ternyata ruangan depan hotel itu digunakan sebagai restoran fast food yang sedang ramai dikunjungi jemaah yang rata-rata berwajah Arab. Orang tadi mempersilakan kami untuk makan di tempat itu sambil menuntun kami melihat makanan yang tersedia, ternyata makanannya banyak yang cocok dengan selera Indonesia, ada telor rebus kuah kari, daging kari yang potongan dagingnya lumayan gede, aneka sayur dan banyak lagi makanan lain yang cocok dengan lidah Indonesia dan tentu saja masakan untuk orang Arab disertai roti segede pentungan. Karena kami belum makan siang, akhirnya dengan rasa ingin tahu kami memesan dua porsi nasi lengkap dengan lauk pauknya sebanyak empat macam dengan harga 10 riyal per porsi. Kami dilayani oleh seorang yang berwajah Melayu , setelah kami ajak bicara ternyata pelayan restoran itu berasal dari Cimahi, Jawa Barat. Setelah itu kami menuju ketempat antrian panjang di depan kasir untuk melakukan pembayaran, tiba-tiba orang berwajah Arab tadi memanggil kami, kesini…….kesini, disini saja bayarnya, katanya. Saya dan istri terkesan juga dengan perlakuan orang itu, begitu ramah dia melayani kami walaupun dengan bahasa Indonesia yang terbatas, dia tidak membiarkan kami mengantri untuk membayar tapi dia melayani sendiri sehingga saya merasa tersanjung juga.

Setelah itu kami dipersilakan masuk ke ruangan dalam yang ternyata ruangan restoran tempat tamu makan, yang sudah dipenuhi oleh tamu yang semuanya berwajah Arab. Waktu kami melewati meja tamu lainnya, banyak diantara mereka memperhatikan kami sambil menganggukkan kepala dengan ramah , bahkan breberapa diantara mereka ada yang memperkenalkan diri bahwa mereka adalah jemaah haji yang berasal dari Palestina yang menginap di hotel itu. Kami pandangi wajah jemaah dari Palestina itu satu persatu, wajah mereka memancarkan wajah yang, ikhlas dan pasrah, tidak terlihat penderitaan diwajah mereka pada hal kehidupannya penuh kegetiran akibat peperangan melawan Israel. Ini pertama kali saya bertemu dengan jemaah yang berasal dari Palestina, selama ini saya hanya melihat orang-orang Palestina melalui siaran TV. Kamipun mulai mencicipi makanan di hotel itu yang ternyata cocok dengan lidah kami dan ternyata satu porsi itu terlalu banyak untuk ukuran perut kami dan cukup untuk dimakan dua orang. Makan siang itu adalah yang paling berkesan bagi kami di minggu pertama saat tinggal di Mekah, dan akhirnya kami mengetahui tempat itu adalah “Palestine Hotel” (Hotel Palestina) tempat menginap jemaah haji yang berasal dari Palestina, yang letaknya hanya beberapa bangunan dari pemondokan kami.

Setibanya kami di pemondokan, salah seorang jemaah yang satu kelompok dengan kami menanyakan kepada kami: Ada apa tadi di Hotel Palestina?, karena ia melihat saya dan isteri saat dipanggil masuk ke Hotel itu. Akhirnya saya menceritakan pengalamanku makan di Hotel Palestina itu, teman tadi dengan penuh semangat ingin mencoba nya esok hari, karena dia sudah bosan juga dengan makanan masakan sendiri ditambah lauk pauk yang dibawa dari tanah air. Keesokan harinya teman satu kelompok tadi membeli makanan di Hotel Palestina dan membawanya ke tempat pemondokan. Sejak itu setiap habis sholat dhuhur saya dan isteri sering makan di hotel itu, bedanya kami sering memesan satu porsi saja untuk dimakan berdua, karena porsinya memang cukup besar untuk ukuran perut kami. Waktu memesan makanan kami selalu dilayani oleh pelayan yang berasal dari Cimahi, kami akan bilang pesan makanan satu porsi untuk berdua dan si pelayan sudah mengerti saja,dia akan melebihi porsi makanan yang kami pesan.

Setiap lewat di depan Hotel Palestina itu, saya selalu teringat sikap ramah dari petugas Hotel Palestina itu memperlakukan kami. Dalam hati saya berfikir sekecil apapun kebaikan yang kita peroleh dari orang lain di tanah suci dirasakan sebagai kenikmatan yang luar biasa. Semua itu merupakan karunia yang diberikan Allah kepada kami saat melaksanakan ibadah haji ini. Atau mungkin juga sikap baik orang Palestina itu berkaitan dengan sikap pemerintah kita yang selalu mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam menghadapi Zionis, sehingga mereka memperlakukan kami dengan baik sekali. Sampai saat ini saya selalu terkenang pada petugas Hotel Palestina itu, Indonesia………….Indonesia, kesini……..kesini!. Waktu melaksanakan Ibadah Umrah tahun 2010 saya sempat mendatangi Hotel Palestina itu kembali, namun petugas hotel itu tidak saya temukan, sedangkan Al-Shareef Loulouat Hotel tempat saya menginap tahun 2007 sudah direnovasi bagian depannya dan tampak lebih rapi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calendar

May 2013
M T W T F S S
    Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Recent Posts

Instagram

Masjid Istiqlal, jakarta
#masjidistiqlal  #jakarta #masjid Blue Mosque, Istanbul, Turkey Old City Jakarta
#kotatua #kotatuajakarta #jakarta Amsterdam Tram, Netherlands
#netherlands #amsterdam #europe #tram Seoul, South Korea
#seoul #southkoreatrip #korea #station Stasiun Kampung Bandan, Jakarta
#stasion #stasiunkereta #jakarta #stasiun #keretaapi

Blog Stats

  • 12,498 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

Top Posts & Pages

%d bloggers like this: